Happy Peringkat Utang RI Dipertahankan SdanP, Purbaya: Lembaga Jujur

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebahagiaannya setelah lembaga pemeringkat internasional S&P mempertahankan ranking angsuran alias utang Indonesia.

Menurut dia, keputusan S&P untuk mempertahankan ranking angsuran Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dan prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil menunjukkan lembaga pemeringkat utang itu jujur dan benar.

"Jadi pengumuman S&P ini memberi indikasi jelas bahwa lembaga internasional nan jujur, benar, prudent dan independen memandang kebijakan kita baik," tegas Purbaya saat berbincang di Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Purbaya menganggap, dengan penilaian S&P terhadap tata kelola fiskal pemerintah ini, otomatis menjatuhkan dugaan negatif nan berkembang di tengah masyarakat, bahwa pemerintah saat ini ugal-ugalan dalam mengelola APBN.

"Kita ambil positif dari rating S&P ini. Dari awal tahun sampai sekarang kita selalu didera buletin negatif, rating kita turun, anggaran kita dilakukan secara brutal, dan lain-lain, sehingga ada kesan bahwa ranking kita diturunkan bukan outlook saja," tegas Purbaya.

Menurut Purbaya, sekarang pemerintah bakal lebih percaya diri dalam mengkomunikasikan keberhasilan dalam mengelola fiskal, terutama menjaga defisit APBN tetap di bawah pemisah kondusif UU Keuangan Negara 3% PDB dan rasio utang di bawah 60% PDB.

"Dengan buletin ini kita bisa mulai lebih berani ceritakan sentimen positif ke masyarakat, ke pasar modal, dan lain-lain, termasuk ke rupiah bahwa kita ke depan tinggal maju saja, tidak mundur lagi. Jadi bukan Indonesia resah tapi menuju Indonesia emas," paparnya.

"Jadi ke depan kami tetap minta didukung dalam perihal nan sama agar pemerintah bisa jalankan anggarannya secara prudent, dan tidak menyeleweng di sana sini," tegas Purbaya.

Sebagaimana diketahui, S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan ranking angsuran Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Sementara itu, prospek (outlook) Indonesia tetap berada pada level stabil.

"Kami menegaskan ranking angsuran Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook ranking jangka panjang tetap stabil," tulis S&P dalam laporannya, Senin (13/7/2026).

Dalam laporan nan dirilis pada 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan sejumlah parameter ekonomi Indonesia, baik dari sisi fiskal maupun eksternal, tetap berkarakter sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan.

S&P juga menegaskan outlook stabil mencerminkan ekspektasi kami bahwa penerimaan pemerintah bakal terus pulih tahun ini dan penerimaan ekspor bakal kembali meningkat seiring kenaikan nilai komoditas.

"Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan bakal memperkuat pendapatan negara dalam jangka menengah, terutama andaikan perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan dieksekusi dengan baik," tulis S&P.

Lebih lanjut, menurut S&P, outlook stabil juga mencerminkan kepercayaan kami bahwa pemerintah tetap memandang pemisah defisit fiskal sebesar 3% terhadap PDB sebagai jangkar kebijakan nan penting.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya