Harga Pangan Naik saat Sekolah Dimulai dan MBG Bergulir Lagi, Ekonom: Sinyal Positif bagi Ekonomi Rakyat

3 jam yang lalu 2

loading...

Guru Besar UMY Imamudin Yuliadi mengatakan, peningkatan permintaan pangan saat beroperasinya kembali program MBG merupakan dinamika ekonomi nan lazim terjadi. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews

YOGYAKARTA - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan seiring masuknya kembali tahun aliran baru dan bergulirnya lagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai kejadian pasar nan wajar. Selama kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan dan berjalan dalam sistem pasar nan sehat, kondisi itu justru dapat menjadi berita baik bagi petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM pangan.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Imamudin Yuliadi SE, MSi mengatakan, peningkatan permintaan pangan saat beroperasinya kembali program MBG merupakan corak dinamika ekonomi nan lazim terjadi.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan

"Fenomena kenaikan nilai bahan pangan nan mengiringi dimulainya kembali sekolah dan otomatis Program MBG bergulir lagi dapat dipandang sebagai kejadian pasar nan wajar. Kenaikan nilai lantaran dorongan permintaan merupakan sinyal positif bagi pelaku ekonomi, terutama petani dan peternak, lantaran berpotensi meningkatkan pendapatan mereka," ujar Imamudin di Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut dia, kenaikan nilai tidak selalu identik dengan persoalan. Selama terbentuk dari hubungan permintaan dan penawaran nan normal, nilai nan sedikit lebih tinggi justru memberikan insentif bagi produsen untuk meningkatkan produksi.

Di sisi lain, dampaknya terhadap konsumen dinilai tetap dapat ditoleransi andaikan kenaikan berjalan dalam pemisah nan wajar dan tidak dipicu oleh gangguan pengedaran maupun praktik spekulasi. Imamudin menilai pemerintah mempunyai peran krusial agar sistem pasar tetap melangkah sehat.

Selengkapnya