Ilustrasi(Dok Istimewa)
Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Hashim Djojohadikusumo didampingi Ketua Umum Formas Y. Handoyo Budhi sejati dan Ketua Dewan Pakar Serian Wijatno secara resmi mengukuhkan 20 Organisasi Kemasyarakatan baru nan berasosiasi dalam FORMAS di Aula Universitas Podomoro, Jakarta, Jumat malam (7/8/2026).
Dalam keterangan nan diterima hari ini menyebut pengukuhan nan bertepatan dengan HUT ke-2 FORMAS ini menambah keanggotaan ormas nan berasosiasi di FORMAS menjadi 103 organisasi di antaranya Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Dalam sambutannya, Hashim menyatakan bahwa apa nan dilakukan FORMAS selaras dengan angan pendiri bangsa ini agar rakyat Indonesia sejahtera dan negara terjaga serta abadi. "Itu juga nan tertanam di jiwa Presiden Prabowo agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih memandang tetap ada nan belum sejahtera dan program MBG lahir dari keprihatinan agar rakyatnya sehat," tegas Hashim.
Pada kesempatan itu Hashim juga sepakat dengan pernyataan Ketua Panitia Serian Wijatno nan mengaitkan peran FORMAS dalam makna lagu kebangsaan "Indonesia Raya" tiga stanza nan berarti tiga tujuan ialah "kemerdekaan", "rakyat nan bahagia" dan "Indonesia nan abadi".
Sebelumnya, Serian dalam sambutan pembuka sebagai Ketua Panitia aktivitas FORMAS menyampaikan refleksi mendalam terhadap lirik lagu kebangsaan "Indonesia Raya" tiga stanza menjadi pengingat krusial bagi seluruh komponen bangsa bahwa setelah sukses merdeka maka tujuan akhir bernegara bukan sekadar mengejar kemajuan bentuk alias kekuatan ekonomi, melainkan menghadirkan kebahagiaan dan kelangsungan hidup bangsa nan abadi.
Karena itu dia membujuk seluruh pihak untuk menerjemahkan pesan dalam lagu kebangsaan tersebut ke dalam tindakan nyata sehari-hari. Hal itulah nan menjadi semangat konsolidasi nasional FORMAS ini. "Dimana ini sebagai langkah nyata ormas untuk bergotong royong mendukung dan mengawal program-program pembangunan nan dijalankan pemerintah. Sekaligus menjawab tantangan nan dihadapi Indonesia saat ini. Ingat, laut nan tenang tidak pernah melahirkan pelaut nan tangguh. Dan sejarah membuktikan bangsa Indonesia mempunyai rekam jejak pelaut handal nan berani menghadapi gelombang demi mencapai tujuan," paparnya.
Atas dasar itu, imbuh Serian, nan juga Ketua Dewan Pakar FORMAS ini mengingatkan bahwa seluruh ormas nan berlindung di dalamnya tidak boleh hanya menjadi penonton. Karena FORMAS berkomitmen menjadi bagian dari 'awak kapal' bangsa nan aktif menjaga persatuan, mengawal pembangunan, memberikan pemikiran konstruktif, serta bergotong royong mendukung program pemerintah nan berpihak pada rakyat.
Gerakan Moral dan Sosial
Sementara, Ketua Umum Formas, Yohanes Handojo Budhisedjati, menegaskan bahwa tambahan amunisi ini makin memperkuat barisan masyarakat sipil dalam menyukseskan program kerja Presiden Prabowo Subianto. Formas, kata Handojo, datang bukan sekadar nama, melainkan aktivitas moral dan sosial nan konsentrasi membantu pemerintah mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Dengan bertambahnya ormas ini menambah semangat perjuangan kami untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah. FORMAS datang untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan," tegas Handojo.
Menurutnya, keberadaan Formas datang secara nyata untuk memastikan seluruh kebijakan dan program strategis pemerintah betul-betul berakibat langsung pada kesejahteraan rakyat.
Di kesempatan nan sama Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan juga bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup ditopang oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, maupun bingkisan demografi semata.
Menurutnya, pembangunan bangsa juga memerlukan fondasi spiritual nan kokoh agar bisa menghadapi beragam tantangan dunia dan menjaga persatuan nasional.
Acara konsolidasi FORMAS nan diwarnai angan berbareng lintas kepercayaan ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, tokoh lintas kepercayaan hingga akademisi. Selain Hashim S. Djojohadikusumo dan Menteri Agama aktivitas ini juga dihadiri Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Haji dan Umroh, para wakil menteri, pejabat tinggi negara, ketua ormas, tokoh lintas kepercayaan dan lainnya.
Juga datang Ketua Umum IPHI Dr. Ir. H. Erman Soeparno, sejumlah rektor dari perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Tarumanagara (Untar), dan Universitas Podomoro. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·