Helikopter Water Bombing Diterjunkan Padamkan Kebakaran di Bromo

1 jam yang lalu 4
Helikopter Water Bombing Diterjunkan Padamkan Kebakaran di Bromo Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan water bombing dengan helikopter kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo(Dok.Istimewa)

OPERASI pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sekarang dilakukan menggunakan water bombing dengan helikopter.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau penanganan water bombing dengan helikopter tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh upaya pemadaman melangkah optimal melalui kerjasama lintas instansi, mulai dari operasi darat, water bombing menggunakan helikopter, hingga pemanfaatan drone untuk memantau sekaligus membantu pemadaman titik api di letak nan susah dijangkau.

Didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto dan Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja, Gubernur Khofifah menyisir langsung area terdampak kebakaran nan hingga Jumat pagi tercatat telah menghanguskan sekitar 176 hektare lahan di area Gunung Bromo.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyaksikan langsung pengoperasian drone water bombing yang digunakan untuk membantu pemadaman pada medan nan susah dijangkau sekaligus memantau persebaran titik api agar personel di lapangan dapat menentukan strategi pemadaman secara lebih efektif.

Khofifah memastikan seluruh personel campuran terus bekerja secara maksimal dengan mengoptimalkan operasi pemadaman melalui jalur darat maupun udara.

Berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Besar TNBTS, relawan pecinta rimba dan gunung, hingga masyarakat sekitar dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus meminimalkan akibat kebakaran terhadap area konservasi.

“Terima kasih relawannya banyak sekali, Manggala Agni, relawan pecinta hutan, pecinta gunung disekitaran Bromo semua punya peran nan luar biasa, TNI/ Polri juga mengerahkan pasukannya. Support mereka mudah-mudahan mempercepat semua proses recovery,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, kebakaran mulai terdeteksi pada Senin (3/8) dengan luas sekitar 7,9 hektare. Namun, dalam beberapa hari berikutnya api terus meluas hingga mencapai 44 hektare, dan berasas perkembangan terakhir pada Jumat pagi luas area terdampak mencapai sekitar 176 hektare.

Melihat perkembangan tersebut, sejak hari kedua kebakaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta support helikopter water bombing berkapasitas 1.000 liter.

"Sejak hari kedua saya sudah berkoordinasi dengan BNPB agar penanganan diperkuat melalui support helikopter water bombing. Alhamdulillah mulai hari Jum'at (7/8) helikopter dari Kalimantan Tengah sudah tiba dan mulai mendukung proses pemadaman," katanya.

Selain helikopter, operasi pemadaman juga diperkuat dengan penggunaan drone water bombing yang mempunyai kapabilitas angkut air sekitar 100 hingga 150 liter setiap penerbangan. Menurut Khofifah, kombinasi operasi darat, helikopter, dan drone diharapkan bisa mempercepat pengendalian api.

Ia menambahkan, Kepala BNPB juga telah meninjau langsung letak beberapa hari sebelumnya sebagai corak support pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan karhutla di area TNBTS.

Meski demikian, Khofifah mengakui penyelenggaraan water bombing tetap dipengaruhi kondisi cuaca, terutama kecepatan angin nan dapat membatasi operasional helikopter demi keselamatan penerbangan.

"Water bombing sudah mulai dilaksanakan. Namun ketika angin bertiup cukup kencang, operasional helikopter kudu menyesuaikan kondisi demi keselamatan. Karena itu strategi pemadaman terus disesuaikan dengan situasi di lapangan," jelasnya.

Untuk memperkuat operasi udara, satu unit helikopter tambahan dari BNPB dijadwalkan tiba pada Sabtu (8/8). Jika tambahan heli water bombing dari BNPB hari ini.

“Hari ini bakal datang lagi heli perbantuan dari BNPB. Kalau ada dua armada heli water bombing, semoga anginnya bisa landai sehingga dua heli bisa memaksimalkan melakukan water bombing dan pemadaman hari ini, Sabtu (8/8),” katanya.

Khofifah juga menjelaskan bahwa operasi water bombing tahun ini lebih efektif lantaran sumber air dapat diambil dari Ranupani nan lokasinya lebih dekat dibandingkan saat penanganan karhutla tahun 2023, ketika helikopter kudu mengambil air dari Kaliandra maupun Batu.

“Harapannya dari Ranupani ini bisa lebih dekat. Mudah mudahan besok anginnya landai, kemudian mengambil airnya dari Ranupani, dua heli water bombing bisa maksimal pemadaman . Mudah-mudahan bisa segera padam semua," tuturnya.

Khofifah berambisi support armada udara nan semakin kuat, kondisi cuaca nan kondusif, serta sinergi seluruh personel campuran dapat mempercepat proses pemadaman hingga seluruh titik api sukses dikendalikan.

"Semoga tambahan satu heli water bombing hari ini, Sabtu (8/8) dapat melakukan pemadaman sampai tuntas,” ujarnya. (H-4)

Selengkapnya