ARTICLE AD BOX
loading...
Seorang newsman televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menuai kecaman setelah melontarkan komentar yang dinilai tidak sensitif terhadap Bosnia dan Herzegovina menjelang duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 / Foto: Instagram @abc7abigail
JAKARTA - Seorang newsman televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menuai kecaman setelah melontarkan komentar yang dinilai tidak sensitif terhadap Bosnia dan Herzegovina menjelang duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 . Jurnalis ABC Los Angeles itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya.
Kontroversi bermula ketika Velez membawakan segmen berita usai dipastikan bahwa Bosnia dan Herzegovina akan menjadi lawan Amerika Serikat di babak 32 besar. Dalam siaran tersebut, ia mengaku tidak mengetahui letak Bosnia di peta dan mengaku tidak tertarik mempelajari negara tersebut, sembari menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan mengalahkan lawannya.
"Oke, pertandingan berikutnya Tim AS akan melawan Bosnia pada Rabu depan. Satu hal tentang Bosnia adalah saya bahkan tidak bisa menunjukkan letaknya di peta. Saya tidak tahu apa pun tentang Bosnia dan Herzegovina, dan saya juga tidak ingin tahu. Yang saya tahu adalah Tim AS kembali. Kami lebih baik dari sebelumnya," ujar Velez.
Baca Juga: Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Ia kemudian menambahkan, "Bersiaplah, Bosnia. Kalian tidak akan menginginkan ini, tetapi kalian akan mendapatkannya."
Pernyataan yang dianggap merendahkan negara atau budaya lain dinilai bertentangan dengan semangat turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Pernyataan itu langsung memicu gelombang kritik di media sosial.
Banyak pihak menilai komentarnya merendahkan sebuah negara yang tengah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di San Francisco.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·