Puluhan Ribu Migran Terobos Perbatasan Ceuta Spanyol, 57 Orang Dilaporkan Tewas.(JORGE GUERRERO / AFP)
SEJUMLAH imigran nan tiba di Ceuta mengeklaim bahwa pihak berkuasa Maroko secara sengaja membantu serta mengarahkan mereka untuk menyeberangi perbatasan menuju wilayah Spanyol tersebut, demikian dilaporkan The New York Times, Jumat.
Klaim ini bertolak belakang dengan laporan media Spanyol, Cadena SER, nan sebelumnya menyebut bahwa kepolisian Maroko sempat menggunakan gas air mata dan meriam air (water cannon) guna membubarkan kerumunan massa nan berupaya menerobos Ceuta.
"Mereka membuka perbatasan dan membolehkan semuanya lewat begitu saja," kata Ajoub El-Arrot, salah seorang imigran, saat menceritakan tindakan otoritas Maroko sebagaimana dikutip The New York Times.
Keterangan senada disampaikan Youssef Alaoui, imigran lainnya. Ia mengungkapkan bahwa saat rombongannya mendekati perbatasan Ceuta, abdi negara kepolisian Maroko justru diduga mengarahkan mereka ke jalur nan tepat.
"Pergi ke sana, pergi ke sana," tutur Youssef menirukan petunjuk petugas.
Sementara itu, Mohammed Ahmidho mengaku baru mengetahui adanya pergerakan massa ke Ceuta melalui media sosial. Saat mendekati perbatasan Spanyol, petugas penegak norma Maroko juga diduga menyuruhnya untuk "datang ke Spanyol."
Namun, Ahmidho akhirnya memilih kembali kanan ke Maroko lantaran kandas mendapatkan makanan, air bersih, maupun tempat perlindungan nan layak selama berada di Ceuta.
Eskalasi krisis perbatasan ini melonjak tajam sejak Kamis, ketika ribuan pemuda Maroko berkumpul di garis perbatasan antara Maroko dan Ceuta, hingga ratusan di antaranya sukses menembus barikade Spanyol.
Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas, mengonfirmasi bahwa eksodus massal tersebut mencatatkan lonjakan drastis. Ia menyebut sedikitnya 60.000 orang tercatat memasuki Ceuta dari wilayah Maroko hanya dalam kurun waktu satu hari.
Tragedi perbatasan ini juga menelan korban jiwa. Laporan media setempat mencatat sekurangnya 57 imigran tewas saat berupaya menerobos wilayah Spanyol tersebut. Sementara itu, sekitar 48.300 orang dilaporkan telah dikembalikan alias memilih pulang kembali ke Maroko.
(Ant/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·