Indonesia Kecam Israel, Minta Dunia tidak Lagi Diam terhadap Pelanggaran di Palestina

1 jam yang lalu 3
Indonesia Kecam Israel, Minta Dunia tidak Lagi Diam terhadap Pelanggaran di Palestina Dampak serangan Israel di bagian timur Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 30 Juli 2026.(Anadolu Agency/Saeed M. M. T. Jaras )

INDONESIA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina serta mengecam keras tindakan Israel nan dinilai melanggar norma internasional. Sikap tegas ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Yerusalem nan berjalan di Amman, Yordania, Kamis (5/8).

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, nan datang mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono, menyatakan bahwa Indonesia tetap konsisten mendukung Hashemite Custodianship atas tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk area Al Haram Al Syarif. Ia menegaskan support penuh Indonesia terhadap kemerdekaan Negara Palestina berasas prinsip norma internasional.

Dalam pidatonya, Wamenlu nan berkawan disapa Tata ini menyoroti dinamika geopolitik Timur Tengah nan kian kompleks. Hal ini dipicu oleh ekspansi permukiman terlarangan Israel di Tepi Barat, operasi militer di Gaza, Suriah, dan Libanon, hingga meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran.

"Indonesia mendorong agar organisasi internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah. Perpecahan adalah celah nan selalu dimanfaatkan oleh Israel," tegas Arrmanatha.

Lima Langkah Konkret Indonesia

Sebagai corak nyata dukungan, Indonesia mengusulkan lima usulan strategis dalam forum tersebut:

  1. Membangun strategi berbareng nan berdasarkan persatuan antarnegara pendukung.
  2. Mendorong penegakan norma internasional dan penerapan putusan Mahkamah Internasional (ICJ).
  3. Memperluas pengakuan internasional terhadap kedaulatan Negara Palestina.
  4. Memperkuat perlindungan terhadap kompleks Masjid Al Aqsa.
  5. Mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, serta keberlanjutan mandat UNRWA.

Langkah-langkah ini disebut sebagai penerapan langsung dari kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto nan menempatkan rumor Palestina sebagai prioritas utama diplomasi Indonesia.

Dukungan Global South

Wamenlu Tata juga menekankan bahwa rumor Palestina telah menjadi perhatian kemanusiaan global, melampaui pemisah bumi Islam. Ia mencatat adanya pergeseran sikap dari negara-negara Global South, apalagi negara nan sebelumnya dekat dengan Israel sekarang mulai menjatuhkan hukuman terhadap pemukim terlarangan di Tepi Barat.

Pertemuan di Amman ini dihadiri oleh perwakilan tingkat tinggi dari beragam negara, termasuk Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Malaysia, Qatar, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab. Forum tersebut menghasilkan Joint Statement nan menyepakati penguatan lembaga Palestina di Yerusalem dan penolakan tegas terhadap pemindahan misi diplomatik ke kota suci tersebut.

Keikutsertaan aktif Indonesia dalam forum ini memperkuat posisi Jakarta dalam memperjuangkan solusi perdamaian nan adil, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina nan merdeka. (Fer/I-1)

Selengkapnya