Indonesia Perkuat Hilirisasi Lewat Inovasi Teknologi dan Pengembangan Talenta Industri

4 hari yang lalu 10
Indonesia Perkuat Hilirisasi Lewat Inovasi Teknologi dan Pengembangan Talenta Industri Ilustrasi(Dok Istimewa)

UPAYA mempercepat hilirisasi industri mineral nasional terus diperkuat melalui kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri. Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kerja sama strategis berbareng CNGR Indonesia dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mendorong penemuan teknologi, pengembangan riset, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM) nan bisa mendukung ketahanan daya dan industri mineral Indonesia.

Penjajakan kerja sama tersebut berjalan dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Kampus Universitas Brawijaya, Malang. Pertemuan diawali dengan audiensi antara Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo berbareng jejeran ketua universitas dengan perwakilan Kementerian ESDM dan CNGR Indonesia untuk membahas arah kerjasama jangka panjang.

Audiensi tingkat tinggi itu dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB Prof Andi Kurniawan serta Sekretaris Direktorat Kerja Sama UB P M Erza Killian. Dari Kementerian ESDM datang Moch Syamsul Hadi selaku perwakilan Sekretaris Jenderal ESDM sekaligus Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo menegaskan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri menjadi aspek krusial agar hasil riset tidak berakhir di laboratorium, melainkan dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan nasional.

"Universitas Brawijaya menjajaki pembukaan program studi baru nan berfokus pada advanced materials alias teknologi material maju guna menjawab kebutuhan industri hilirisasi," ujar Prof Widodo, Kamis (15/7/2026).

Selain memperkuat kurikulum nan relevan dengan kebutuhan industri, Universitas Brawijaya juga memaparkan rencana pengembangan kampus baru di Kepanjen, Kabupaten Malang. Kampus tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.

Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan melalui rapat koordinasi nan melibatkan beragam fakultas dan program studi di lingkungan Universitas Brawijaya. Forum tersebut membahas kesempatan kerja sama jangka panjang nan mencakup penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Brawijaya berbareng CNGR Indonesia bakal membentuk satuan tugas lintas disiplin untuk menyusun peta jalan (road map) penerapan kerja sama nan ditargetkan mulai melangkah pada paruh kedua 2026. Tim teknis juga mulai menyiapkan draf Memorandum of Understanding (MoU) serta konsep program Community Development.

Perwakilan Sekretaris Jenderal ESDM sekaligus Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Moch Syamsul Hadi menegaskan pemerintah mendukung penguatan kerjasama antara bumi pendidikan tinggi dan industri sebagai bagian dari strategi mempercepat hilirisasi nasional.

"Dalam waktu dekat, ketiga pihak berencana menandatangani MoU tripartit di Kementerian ESDM sebagai langkah awal memperkuat penemuan teknologi, pengembangan SDM, dan percepatan hilirisasi industri mineral di Indonesia," kata Syamsul Hadi.

Ia berambisi kerjasama tersebut bisa mempercepat lahirnya penemuan nan dapat diimplementasikan di sektor industri sekaligus menghasilkan talenta nan sesuai kebutuhan transformasi industri nasional.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku upaya menjadi fondasi krusial dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral serta memperkuat daya saing Indonesia di tengah persaingan industri global," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya