Indonesia vs Kamboja: Menguji Langkah Garuda Bersama John Herdman

5 jam yang lalu 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Langkah awal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 kembali diselimuti ekspektasi lama nan hingga saat ini belum tercapai. Indonesia tetap nol gelar dari 15 jenis kejuaraan.

Menatap seri ke-16 AFF, laga perdana melawan Kamboja pada Senin (27/7) di Stadion Pakansari, Bogor, bakal jadi ujian konsistensi pertama Garuda menuju obsesi raih gelar juara.

Piala AFF nan pertama kali digelar pada 1996 silam bak tembok tinggi nan belum pernah ditaklukkan Indonesia. Predikat 'spesialis runner-up' sebanyak enam kali ( 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020) menjelma catatan kelam nan menghantui sejarah sepak bola nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, lanskap jenis 2026 diyakini sedang dalam nuansa berbeda. Kehadiran John Herdman di bangku kepelatihan membawa angan baru lewat rekam jejak mentereng.

Pertanyaan mendasarnya: mampukah aspek pembimbing anyar ini mengubah narasi klasik "perkasa di awal namun tumbang di ujung"?

Di sinilah arti konsistensi diuji. Bagi Indonesia, konsistensi tak hanya soal memenangi laga pembuka, tetapi gimana memeragakan kekuasaan meyakinkan lewat penguasaan bola, efektivitas gol, dan disiplin pertahanan di seluruh pertandingan.

Debut kompetitif Herdman di panggung Asia Tenggara dipertaruhkan. Pria nan sukses meloloskan timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 ini memikul beban bawa Indonesia merengkuh trofi AFF perdana.

Herdman memboyong 26 pemain terbaik nan memadukan pilar senior dan wajah segar. Ada nama-nama langganan layaknya Rizky Ridho, Ragnar Oratmangoen, Sandy Walsh, dan Jordi Amat. Lantas muncul pula angan baru Garuda lewat Rayhan Hannan, Beckham Putra, Dony Tri Pamungkas, hingga Jens Raven.

Modal persiapan Garuda pun terbilang matang lewat pemusatan latihan selama tiga minggu di Bali. Hasil uji coba berupa kemenangan 3-0 atas Bali United menjadi arena pematangan fondasi organisasi permainan buatan Herdman.

Ini membikin segenap pemain optimistis. Salah satunya Nadeo Argawinata nan tegas menyatakan kepercayaan dalam menatap misi memutus beban sejarah tiga dasawarsa tersebut.

"Tentang 30 tahun kita mengikuti Piala AFF tapi belum pernah sekalipun juara, saya rasa dengan hadirnya Coach John sekarang dan apa nan dia bawa, kita konsentrasi selama di Bali untuk membangun hubungan (build the connection)," ujar Nadeo dalam sesi bertemu pers, Minggu (26/7).

Tekanan ekstra datang dari persaingan Grup A. Vietnam langsung memimpin klasemen usai melumat Timor Leste 7-0 pada matchday pertama. Hasil itu secara tidak langsung menuntut Indonesia tampil sama garangnya saat meladeni Kamboja.

Secara rekam jejak di Piala AFF, Indonesia memang memegang rekor sempurna atas Kamboja. Dari enam pertemuan sejak jenis 1996, Garuda selalu keluar sebagai pemenang.

Namun, ada tren mengusik dari progres hasil tersebut. Indonesia pernah begitu perkasa dengan menggelontorkan kemenangan besar seperti 8-0 di jenis 2004 dan 4-0 di 2008.

Akan tetapi, pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022, margin kemenangan itu makin mengkerut. Indonesia hanya bisa menang tipis 2-1 di SUGBK.

Menurunnya selisih kelebihan tentu jadi sirine bahaya. Laga pembuka di Pakansari nantinya mesti jadi pembuktian Indonesia sanggup mengembalikan kekuasaan masa lalu.

Baca kelanjutan buletin ini di laman berikutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Selengkapnya