Jakarta, CNN Indonesia --
Piala AFF 2026 menerapkan patokan teranyar nan baru saja diterapkan dalam Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat.
Aturan baru nan diterapkan tersebut adalah menutup mulut saat terlibat bentrok dengan tim lawan. Peraturan nan termaktub dalam International Football Association Board (IFAB)
Aturan ini hanya bertindak dalam situasi konflik, bukan sepanjang laga. Pada Piala Dunia 2026, dua pemain dikartu merah lantaran melanggar, Miguel Almiron (Paraguay) dan Piero Hincapie (Ekuador).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk area Asia Tenggara, provokasi berbasis verbal jarang terjadi. Namun, untuk mengantisipasi ada kejadian nan tidak diinginkan, AFF mengangkat patokan baru FIFA tersebut.
Kemudian patokan harus meninggalkan lapangan pertandingan 10 detik setelah ada tanda pergantian. Jika pemain sengaja mengulur waktu saat diganti, bisa dikartu kuning apalagi merah.
Yang tak kalah krusial adalah meninggalkan lapangan sebagai corak protes. Jika ada pemain alias ofisial nan melakukan perihal tersebut, wasit berkuasa memberi kartu merah.
Soal mengulur-ulur waktu, situasi lemparan ke dalam juga dibatasi. Jika wasit menikai ada indikasi membuang waktu, bakal diterapkan hitungan mundur lima detik dan diberikan ke tim lawan.
Selain itu ada patokan pemain nan mendapat perawatan di tengah pertandingan hanya boleh masuk kembali ke lapangan setelah satu menit dan mendapat restu dari wasit.
Adapun patokan hanya wasit nan berkuasa berbincang dengan wasit saat ada sengketa, juga berlaku. Pemain nan memaksakan diri mendebat wasit malah bisa mendapat ganjaran kartu.
(abs/jun)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·