Tangerang, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak semringah saat menyambangi booth Harley-Davidson dalam arena GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Dalam kunjungannya, Purbaya menjajal dua motor gede (moge) legendaris pabrikan Amerika Serikat, ialah Heritage Classic dan Fat Boy, sebelum melanjutkan tur ke sejumlah booth otomotif lainnya.
Kedua model tersebut mengusung mesin berkapasitas sama, ialah Milwaukee-Eight 117 dengan kubikasi 1.923 cc serta menggunakan sistem Electronic Sequential Port Fuel Injection (ESPFI) alias injeksi bahan bakar elektronik.
Meski berbagi pedoman mesin nan sama, performa keduanya mempunyai karakter berbeda. Heritage Classic menghasilkan tenaga 91 hp alias 68 kW pada putaran mesin 5.020 rpm dengan torsi puncak 156 Newton meter nan tersedia pada 2.750 rpm.
Sementara itu, Fat Boy menawarkan keluaran tenaga lebih besar, ialah 103 hp alias 77 kW pada 5.020 rpm. Torsi maksimalnya mencapai 168 Newton meter pada 3.000 rpm, sehingga menjadi salah satu model dengan karakter dorongan kuat di putaran rendah.
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjajal menaiki sepeda motor Harley Davidson nan dipamerkan dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selassa (4/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menjajal menaiki sepeda motor Harley Davidson nan dipamerkan dalam GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Selassa (4/8/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)
Dari sisi dimensi, Fat Boy mempunyai panjang 2.365 mm, lebar 965 mm, dan jarak sumbu roda 1.650 mm. Tinggi joknya tercatat 675 mm dalam kondisi tanpa beban dengan ground clearance 125 mm. Bobot kendaraan saat siap digunakan mencapai 315 kilogram.
Fat Boy dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 18,91 liter serta menggunakan ban Michelin Scorcher 11 berukuran 160/60R18 di depan dan 240/40R18 di belakang. Motor ini juga mengusung rasio kompresi 10,3:1 dengan konfigurasi knalpot 2-into-2 nan dilengkapi katalis di muffler.
Sementara Heritage Classic mempunyai posisi duduk sedikit lebih tinggi dengan tinggi jok 690 mm. Model ini memakai konfigurasi knalpot 2-in-1 dengan katalis nan ditempatkan pada header. Sama seperti Fat Boy, pengetesan tenaga dan torsinya merujuk pada standar EC 134/2014.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·