Terungkap! 2 Sektor Usaha Ini Paling Banyak Serap Tenaga Kerja RI

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia kembali turun, seiring dengan meningkatnya serapan tenaga kerja.

Berdasarkan catatan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai struktur ketenagakerjaan Indonesia per Mei 2026, jumlah pengangguran menjadi hanya sebanyak 7,22 juta orang, alias menyusut 24 ribu orang dari catatan per Februari 2026.

Kondisi ini terjadi di tengah naiknya jumlah orang nan bekerja menjadi 148,19 juta orang alias naik sebanyak 522 ribu orang dari catatan sebelumnya.

"Angkatan kerja nan tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran ialah sebanyak 7,22 juta orang alias turun sekitar 24 ribu orang," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud saat konvensi pers di instansi pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

BPS mencatat, serapan tenaga kerja pada catatan terbaru Mei 2026 paling banyak dilakukan oleh sektor pertanian dengan jumlahnya mencapai 28,75 juta orang. Jumlah itu pun bertambah 106 ribu orang dibanding catatan per Februari 2026.

Serapan tertinggi selanjutnya adalah berasal dari perdagangan besar dan satuan mencapai 17,80 juta orang, meski dibanding Februari 2026 mengalami penurunan 128 ribu orang.

Ketiga, adalah sektor industri nan bisa menyerap 13,53 juta orang, dengan pertambahan hanya sebanyak 90 ribu orang dibanding Februari 2026.

Namun, catatan jumlah penambahan tenaga kerja terbanyak berasal dari sektor upaya akomodasi dan makan minum nan jumlah totalnya 8 juta orang dengan kenaikan mencapai 195 ribu orang.

Diikuti oleh serapan tenaga kerja di sektor transportasi dan penyimpanan nan mencapai 121 ribu orang dengan total sekarang sebanyak 4,26 juta tenaga kerja did dalamnya.

"Jadi penyerapan tenaga kerja menurut lapangan upaya pada Mei 2026 terbanyak adalah pertanian, perdagangan besar, dan industri," tutur Edy.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya