Ilustrasi.(Magnific)
DOLAR AS mengalami tekanan signifikan terhadap yen Jepang setelah ada konfirmasi intervensi mata duit terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang. Langkah berhistoris ini, ditambah dengan sinyal hawkish dari Bank of Japan (BOJ), memicu spekulasi bahwa tren pelemahan yen mungkin bakal segera berakhir.
Intervensi Terkoordinasi: Game Changer bagi Yen
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi tindakan berbareng untuk mendukung yen pekan lalu. Ini merupakan intervensi terkoordinasi pertama sejak Juni 1998. Analis MUFG Bank, Lee Hardman, menilai support dari AS membikin intervensi ini jauh lebih andal di mata pasar.
Hirofumi Suzuki, Chief FX Strategist di SMBC, menyebut koordinasi internasional ini sebagai game changer. Menurutnya, kebenaran bahwa respons terhadap depresiasi yen didukung oleh konsensus internasional sangatlah signifikan dan kemungkinan bakal terus menekan pelemahan yen secara berkelanjutan.
Dolar Tergelincir, Yield Treasury Menurun
Berdasarkan info LSEG, dolar AS melemah 0,6% menjadi 156,69 yen setelah sempat menyentuh level terendah tiga bulan di 155,21. Indeks DXY juga melemah 0,1% ke level 99,823.
Penurunan itu juga dipicu oleh aspek geopolitik. Keputusan Presiden Trump untuk melanjutkan pembicaraan diplomatik dengan Iran menyebabkan nilai minyak turun. Pada gilirannya meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan yield Treasury 10-tahun sebesar 5,7 pedoman poin menjadi 4,687%.
Prospek Suku Bunga Bank of Japan
Selain intervensi, penguatan yen didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter Jepang. Gubernur BOJ Kazuo Ueda memberikan komentar nan menunjukkan kemungkinan kenaikan suku kembang lanjutan segera setelah September mendatang. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit diferensiasi suku kembang antara AS dan Jepang nan selama ini menjadi beban bagi yen.
Analisis Ahli:
- MUFG Bank: Intervensi berbareng dapat menghalangi spekulan untuk bertaruh melawan yen.
- ING: Dolar semestinya bisa lebih lemah, tetapi ketidakpastian apakah Federal Reserve bakal meningkatkan suku kembang pada September membatasi penurunan dolar lebih lanjut.
- ANZ: Memperingatkan bahwa intervensi saja tidak cukup tanpa normalisasi kebijakan BOJ nan lebih sigap alias penurunan yield AS nan berarti.
Dampak pada Euro dan Mata Uang Asia
Euro juga terkena dampak, turun 0,7% menjadi 180,85 yen. Muncul laporan bahwa otoritas AS kemungkinan menjual euro terhadap yen untuk menghindari penjualan langsung dolar AS guna mendukung mata duit Jepang tersebut. Sementara itu, dolar Singapura menguat tipis terhadap dolar AS seiring meningkatnya optimisme atas pembicaraan tenteram AS-Iran nan mengurangi permintaan aset safe-haven.
Meskipun yen sempat mengalami koreksi teknis tipis di sesi Asia, para analis dari OCBC Group Research beranggapan bahwa jalur resistensi terkecil saat ini adalah menuju penguatan yen lebih lanjut, dengan potensi menembus di bawah level 155,00 jika tindakan resmi tambahan kembali dilakukan. (The Wall Street Journal/I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·