Iran: Amerika Mudah Berjanji, Semudah Mengingkarinya

6 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX
 Amerika Mudah Berjanji, Semudah Mengingkarinya Hotel di Pakistan ini menjadi saksi bisu komitmen AS nan mau berbaikan dengan Iran beberapa bulan lalu.(Aljazeera.)

JURU Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa Amerika Serikat, bukan Iran, nan pertama kali melanggar komitmen dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) nan ditandatangani kedua negara bulan lalu.

Dalam konvensi pers mingguan pada Senin (13/7), Baqaei membahas sejumlah perkembangan kawasan, terutama nan disebutnya sebagai agresi baru Amerika Serikat terhadap Iran, nan menurutnya melanggar kesepakatan terbaru serta bertentangan dengan norma internasional.

Menanggapi pertanyaan mengenai masa depan MoU setelah beragam perkembangan selama sepekan terakhir dan tindakan militer AS, Baqaei mengatakan tidak diragukan lagi bahwa kesepahaman tersebut telah memasuki tahap krisis.

Ia menambahkan bahwa Iran tidak pernah menjadi pihak pertama nan melanggar kewajibannya. Baqaei menjelaskan Republik Islam Iran selalu mengikuti setiap perundingan dengan serius dan mengutamakan kepentingan rakyat Iran. Karena itu, kata dia, Teheran bertindak dengan itikad baik dengan menandatangani memorandum di Islamabad.

Baqaei menuding Amerika Serikat tidak mematuhi janji-janjinya. Menurutnya, Washington begitu tidak sabar dalam dalam melanggar perjanjian hingga tidak menunggu masa satu bulan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 MoU mengenai tanggungjawab Iran di Selat Hormuz, dan mulai melanggar kesepakatan sejak hari-hari pertama.

Merujuk pada memorandum nan terdiri atas 14 poin, dia mengatakan Iran telah menegaskan bakal tetap mematuhi kesepakatan selama pihak lain juga memenuhi kewajibannya. Tidak ada nan dapat dapat menuduh Republik Islam melanggar janji, ujarnya.

Mengenai pernyataan Presiden AS Donald Trump, Baqaei menolak klaim bahwa pembahasan dalam perundingan terbaru antara Iran dan Oman mencakup rumor selain Selat Hormuz. Menurutnya, tidak ada subjek lain selain Selat Hormuz nan dibahas selama pembicaraan Muscat, dalam kerangka Paragraf 5 MoU.

Ia menyebut ketidakejujuran telah menjadi bagian dari pola perilaku pemerintah Amerika Serikat, dan sayangnya, mereka telah kecanduan, katanya. Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas klaim Trump bahwa delegasi Iran di Muscat telah menyetujui semuanya, termasuk rumor nuklir dan Selat Hormuz, tetapi kemudian menyerang kapal-kapal dua jam setelahnya.

Baqaei menegaskan upaya Iran adalah mencapai sistem berbareng Oman untuk menjamin pelayaran nan kondusif di Selat Hormuz. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dicapai akibat tekanan terang-terangan maupun terselubung nan dilakukan Amerika Serikat terhadap Oman. (Ant/P-3)

Selengkapnya