Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Menargetkan Fasilitas Energi Kawasan

1 jam yang lalu 5
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Menargetkan Fasilitas Energi Kawasan ilustrasi(Al Jazeera)

MILITER Iran memperingatkan bakal memperluas cakupan serangan ke beragam akomodasi daya di area andaikan Amerika Serikat (AS) melancarkan agresi terhadap prasarana strategis Teheran.

Peringatan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya pada Rabu (22/7) malam di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.

Dalam pernyataannya, markas militer itu menegaskan bahwa jika Amerika Serikat merealisasikan ancamannya, Iran bakal merespons dengan menargetkan sektor daya di kawasan.

"Tidak bakal mengizinkan ekspor setetes pun minyak," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Militer Iran juga menyatakan bahwa beragam akomodasi minyak, gas, listrik, dan prasarana ekonomi di seluruh area bakal menjadi sasaran andaikan bentrok terus meningkat.

Selain itu, Iran kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup. Pihak militer memperingatkan tidak ada kapal nan diizinkan melintasi jalur pelayaran strategis tersebut selain melalui rute nan telah ditentukan sesuai prosedur nan diumumkan sebelumnya.

Dalam pernyataan nan sama, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa ancaman maupun tindakan militer Amerika Serikat hanya bakal memperluas cakupan konflik.

Menurut mereka, eskalasi dapat meluas ke seluruh wilayah dan apalagi lebih jauh lagi.

Ketegangan antara kedua negara terus meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah wilayah di Iran sejak pekan lalu.

Sebagai balasan, Teheran mengintensifkan serangan terhadap beragam akomodasi dan pangkalan nan diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat di sejumlah negara di area Timur Tengah.

Bentrokan bersenjata tersebut tetap berjalan meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja nan dimediasi Pakistan pada Juni lalu.

Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri bentrok nan dimulai pada Februari sekaligus membuka jalan bagi tercapainya perjanjian tenteram nan lebih permanen. (Anadolu/P-4)

Selengkapnya