Gunung Pickaxe (Pickaxe Mountain) di Iran(Vantor)
MARKAS Pusat Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan setiap serangan Amerika Serikat terhadap akomodasi nuklir maupun situs sensitif lainnya bakal diperlakukan sebagai ekspansi perang di kawasan. Peringatan keras ini disampaikan melalui pernyataan resmi nan disiarkan media pemerintah Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), Rabu pagi waktu setempat.
Pernyataan dari Teheran tersebut keluar tak lama setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa menakut-nakuti bahwa AS bakal "menerjang" Gunung Pickaxe (Pickaxe Mountain) di Iran dalam waktu dekat.
Gunung Pickaxe merupakan kompleks bawah tanah berbenteng kokoh nan terletak sekitar satu mil di selatan Natanz, Iran tengah. Pada 2020, Iran telah melaporkan situs tersebut kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB sebagai akomodasi masa depan untuk merakit sentrifugal kreator bahan bakar nuklir.
"Amerika Serikat nan pidana telah menakut-nakuti bakal menyerang akomodasi nuklir Iran dan situs sensitif lainnya," bunyi pernyataan markas militer tersebut, sebagaimana dilaporkan IRIB.
Markas Pusat Khatam al-Anbiya, nan bertindak sebagai komando operasional campuran utama Iran dalam mengoordinasikan seluruh bagian angkatan bersenjata, menegaskan akibat serius jika ancaman tersebut direalisasikan.
"Jika militer AS melanjutkan ke tahap seperti itu, kami bakal menganggapnya sebagai ekspansi perang di kawasan," tegas komando militer tersebut.
Dalam skenario seperti itu, komando campuran Iran memberikan peringatan jawaban nan sengit.
"Semua kepentingan AS, serta kepentingan para sekutu dan pendukungnya, bakal menjadi sasaran serangan kuat oleh Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tambah pernyataan tersebut. (CNN/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·