Iran dan Oman Sepakati Rute Pelayaran Selat Hormuz, Konflik Minyak Mereda?

1 jam yang lalu 4
Iran dan Oman Sepakati Rute Pelayaran Selat Hormuz, Konflik Minyak Mereda? Iran dan Oman capai kesepakatan rute sementara di Selat Hormuz. Meski begitu, Tehran mengingatkan ancaman blokade AS tetap membayangi.(AFP)

IRAN menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai rute pelayaran sementara di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan koridor vital nan biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut "koordinat geografis rute" tersebut telah disepakati dan sekarang memasuki "tahap akhir". Meski demikian, dia menegaskan kesepakatan dengan Oman tidak secara otomatis menjamin navigasi nan aman, karena ancaman blokade angkatan laut dari Amerika Serikat (AS) tetap berlangsung.

"Faktor-faktor nan membikin Selat Hormuz tidak kondusif tetap ada dari pihak Amerika Serikat, khususnya blokade angkatan laut serta tindakan garang dan menakut-nakuti lainnya terhadap Iran dan kepentingannya," ujar Baqaei, mengutip instansi buletin resmi Iran, IRNA.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menambahkan bahwa jalur baru ini berkarakter sementara dan diperkirakan dapat beraksi selama dua hingga empat bulan. Pihak AS dan Oman belum memberikan komentar resmi mengenai proposal ini.

Menurut laporan Reuters, kesepakatan nan diajukan juga mencakup kewenangan kontrol bagi Tehran atas kapal-kapal nan memasuki Teluk. Selain itu, masalah tarif perlintasan menjadi titik krusial. Iran mengusulkan biaya 5% hingga 7% dari nilai kargo, Oman mendiskusikan nomor sekitar 3%, sementara Washington menolak adanya biaya sama sekali.

Sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari nan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran memblokir Selat Hormuz dan mewajibkan seluruh perlintasan mendapatkan izin terlebih dahulu. Penutupan jalur ini memicu guncangan pada nilai daya global. Pada perdagangan Kamis pagi di Asia, nilai minyak mentah referensi Brent tercatat turun tipis 0,3% ke level $79,24 per barel.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberi peringatan keras bahwa Iran bakal "dihantam sangat keras" jika selat tersebut tidak segera dibuka. Pernyataan ini muncul di tengah laporan pejabat AS mengenai adanya kemajuan diskusi, meski Iran menegaskan tidak bermusyawarah secara langsung dengan AS.

Eskalasi bentrok ini juga dibayangi ketidakpastian politik di internal Iran. Presiden Masoud Pezeshkian mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan penerus ketua tertinggi, Mojtaba Khamenei—yang terluka dalam serangan Februari lampau dan belum pernah tampil di publik—saat ini sangat sulit. Meski demikian, Pezeshkian menepis spekulasi miring dan menegaskan bahwa dia telah menggelar pertemuan produktif dengan Mojtaba. (BBc/Z-2)

Selengkapnya