Iran Desak FIFA Hentikan Kesemena-menaan AS di Piala Dunia 2026

19 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Iran Amir Ghalenoei mendesak FIFA tidak membiarkan Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah Piala Dunia 2026 berlaku semena-mena.

Pernyataan ini disampaikan Ghalenoei lantaran timnya mendapat perlakuan kurang nyaman sepanjang Piala Dunia 2026. Salah satunya Iran tidak diterima berada di wilayah AS.

"Tuan rumah [dalam perihal ini Amerika Serikat] tidak memperlakukan kami dengan baik," kata Ghalenoei setelah setelah timnya dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, dilansuir dari Al Jazeera

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendesak FIFA tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemain dengan langkah nan sama di masa mendatang. Saya berambisi Infantino betul-betul menindak perilaku seperti itu."

Sebelum Piala Dunia 2026, Iran ditetapkan FIFA bermarkas di Tucson, Arizona, AS. Namun pihak AS meminta kepada FIFA untuk memindahkan The Melli ke wilayah Tijuana, Meksiko.

Karena pemindahan ini Iran mengalami hambatan logistik dalam tiga pertandingan Piala Dunia 2026. Apalagi Iran tidak diperkenankan menginap di AS sebelum dan setelah pertandingan. 

Rombongan Iran berangkat ke AS dari Meksiko pada hari pertandingan dan langsung kembali ke AS begitu selesai laga. Tidak ada tim nan mengalami perihal seburuk Iran dalam sejarah Piala Dunia.

Harapan Iran untuk bisa mengenakan pita hitam saat melawan Mesir, nan bertepatan dengan hari Asyura, juga tak diperkenankan. Malahan ada seremoni hari LGBT di hari pertandingan.

Memang tidak ada selebrasi unik di dalam stadion mengenai PrideFest nan terafiliasi dengan golongan LGBTQ. Namun ada parade di luar stadion tempat laga Iran versus Mesir. 

Banner Gempita Bola 2026

Pertandingan Iran versus Mesir berhujung imbang. Karena hasil ini Iran tidak lolos ke babak 32 besar, lantaran kalah jumlah selisih gol dengan tim lainnya di posisi ranking ketiga terbaik.

"Apa nan dilakukan para pemain muda ini, kudu tercatat dalam sejarah lantaran negara tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil," kata Ghalenoei.

"Perilaku mereka terhadap kami sungguh mengerikan, dan kami berambisi bumi menyadari perihal itu. Terlepas dari semua masalah ini, kami bisa tampil baik, dan bumi bangga dengan rakyat Iran." 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya