Iran Klaim Serang Sistem Rudal HIMARS Milik AS di Kuwait

23 jam yang lalu 3
Iran Klaim Serang Sistem Rudal HIMARS Milik AS di Kuwait Iran menyatakan menyerang sistem rudal HIMARS milik AS di Camp Arifjan, Kuwait, sebagai jawaban atas operasi militer Washington di tengah eskalasi konflik.(Islamic Revolutionary Guard Corps of Iran via Viory)

IRAN mengeklaim telah melancarkan serangan terhadap sistem rudal High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik Amerika Serikat (AS) nan ditempatkan di Camp Arifjan, Kuwait, pada Selasa (21/7). 

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari operasi militer nan dilancarkan Teheran sebagai respons atas serangkaian serangan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan nan disiarkan televisi pemerintah IRIB, militer Iran menyebut serangan itu merupakan fase ke-18 dari Operasi Thunder nan diklaim sebagai tindakan jawaban terhadap operasi militer Washington.

Kantor buletin pemerintah IRNA, mengutip pejabat hubungan masyarakat Angkatan Darat Iran, menyatakan bahwa sasaran serangan adalah sistem rudal HIMARS milik militer Amerika Serikat nan berada di Camp Arifjan.

"Pasukan darat Angkatan Darat menargetkan sistem rudal HIMARS milik tentara AS nan ditempatkan di Pangkalan Arifjan di Kuwait dengan rudal permukaan-ke-permukaan," demikian laporan IRNA, dilansir Anadolu, Selasa (21/7).

Camp Arifjan berada di selatan Kota Kuwait dan menjadi salah satu akomodasi militer utama Amerika Serikat di area Teluk. 

Pangkalan tersebut digunakan beragam bagian militer AS, termasuk Angkatan Udara, Angkatan Laut, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai.

HIMARS merupakan sistem peluncur roket bergerak nan dirancang untuk beranjak letak dengan sigap sehingga bisa memberikan support serangan presisi terhadap sasaran darat.

Militer Iran menilai penghancuran sistem tersebut bakal berakibat pada keahlian tempur Amerika Serikat.

"Menargetkan sistem ini bakal melemahkan keahlian ofensif dan melindungi musuh serta mengurangi kekuatan rudalnya dalam melancarkan tindakan agresi," demikian isi pernyataan militer Iran.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bentrok antara Iran dan Amerika Serikat nan berjalan selama sekitar 10 hari terakhir telah berkembang menjadi bentrok nan lebih besar.

Ia menyebut situasi saat ini telah berubah menjadi perang berskala penuh, menandakan meningkatnya intensitas konfrontasi antara kedua negara.

Padahal, pada akhir Juni lalu, Washington dan Teheran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata serta menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan bermaksud mengakhiri bentrok melalui proses perdamaian. 

Namun, meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir membikin kesepakatan tersebut kandas meredam kembali tindakan saling serang antara kedua pihak. (Z-2)

Selengkapnya