Iran Sebut Serangan AS di Dekat Rumah Sakit Anak sebagai Kejahatan Perang

4 hari yang lalu 12
Iran Sebut Serangan AS di Dekat Rumah Sakit Anak sebagai Kejahatan Perang WArga kembali ke rumah usai serangan Israel(AFP)

Pemerintah Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat nan terjadi di dekat Rumah Sakit Spesialis Syahid Baghaei di Kota Ahvaz, Kamis (16/7). Insiden tersebut disebut memicu kepanikan di akomodasi kesehatan nan merawat anak-anak penderita kanker dan pasien dengan kondisi medis serius.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai serangan itu mengingatkan pada serangan-serangan nan dilakukan Israel terhadap rumah sakit di Jalur Gaza, Palestina.

"Serangan bandel ini, nan mengingatkan kekejaman Israel terhadap akomodasi perawatan kesehatan, menyebabkan penderitaan dan kekhawatiran nan dahsyat pada anak-anak nan dirawat di rumah sakit, dan memaksa pemindahan darurat," kata Baghaei, dilansir Al Jazeera, Jumat (17/7).

Ia menyampaikan bahwa serangan terhadap akomodasi nan berada di sekitar rumah sakit merupakan tindakan nan tidak dapat dibenarkan.

"Ini merupakan kejahatan perang pengecut terhadap manusia nan paling tidak berdosa, anak-anak nan dengan berani berjuang untuk hidup mereka," imbuhnya.

Hal serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia menyebut serangan Amerika Serikat sebagai kejahatan perang dan mengecam tindakan nan dinilai menyasar area sipil.

Menurut Araghchi, serangan terhadap prasarana sipil bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta prinsip-prinsip dasar norma internasional.

Ia juga menyindir negara-negara nan selama ini mengecam tindakan jawaban Iran, tetapi dinilai tidak bersikap sama terhadap serangan nan menimpa akomodasi kesehatan.

"Mereka nan tanpa henti mengkhotbahkan kewenangan asasi manusia, tapi dengan sengaja menutup mata terhadap penargetan rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan setiap sedikit kredibilitas moral," ujar Araghchi.

Dampak serangan tersebut juga dirasakan langsung oleh pihak rumah sakit. Manajemen Rumah Sakit Syahid Baghaei mengungkapkan bahwa sebanyak 211 pasien terpaksa dievakuasi demi menjaga keselamatan mereka.

Seorang personil staf rumah sakit mengatakan sebagian besar pasien nan dipindahkan merupakan penderita penyakit berat nan memerlukan penanganan khusus.

"Termasuk pasien kanker, nan dirawat di rumah sakit ini. Beberapa pasien (menggunakan) oksigen dan ventilator," kata staf tersebut.

Peristiwa ini semakin meningkatkan kekhawatiran bahwa bentrok antara Amerika Serikat dan Iran dapat berkembang menjadi perang nan lebih luas. 

Eskalasi terbaru juga dinilai berpotensi menghalang beragam upaya diplomasi nan sebelumnya ditempuh untuk mengakhiri bentrok secara permanen.

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata serta menandatangani nota kesepahaman (MoU) nan mengatur penghentian pertempuran dan penyelenggaraan negosiasi selama 60 hari. 

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan kembali meningkat sehingga masa depan proses perdamaian menjadi semakin tidak menentu. (Z-2)

Selengkapnya