Israel Bangun Tembok Pasir Raksasa di Gaza, Batas Baru Palestina?

11 jam yang lalu 4
Israel Bangun Tembok Pasir Raksasa di Gaza, Batas Baru Palestina? Anak Gaza.(Al Jazeera)

PASUKAN Pertahanan Israel (IDF) secara diam-diam membangun penghalang berupa tembok pasir raksasa nan memisahkan wilayah kontrol mereka dengan area nan dikuasai Hamas di Jalur Gaza. Pembangunan prasarana masif ini dikonfirmasi oleh pihak militer pada Selasa (21/7/2026), setelah gambaran satelit mengungkap perubahan topografi nan signifikan di wilayah tersebut.

Data dari perusahaan pencitraan bumi, Planet Labs PBC, menunjukkan bahwa lebih dari 23 kilometer tembok pasir dibangun dalam beberapa bulan terakhir. Jalur penghalang ini membentang di sepanjang Jalur Gaza, sering kali melintasi area nan dulunya merupakan permukiman penduduk Palestina nan telah dihancurkan oleh IDF.

Membelah Jalur Gaza

Panjang tembok pasir ini setara dengan lebih dari separuh panjang total Jalur Gaza nan berkisar 40 kilometer. Jika pembangunan berlanjut, tembok ini diprediksi bakal menyambung dengan bentangan terpanjang sekitar 17 kilometer nan melangkah nyaris tanpa putus dari Khan Yunis hingga mendekati Kota Gaza di utara. Saat ini, Israel menguasai sekitar 50-70% wilayah Gaza, sementara Hamas terdesak ke sisa wilayah lainnya.

Kepada The Jerusalem Post, IDF menyatakan bahwa pemisah baru ini dirancang sebagai titik terlarang (no-go point) nan jelas bagi penduduk Palestina di area kontrol Hamas. Langkah ini juga bermaksud mencegah upaya penyelundupan golongan bersenjata ke kota-kota perbatasan Israel, berkaca pada peristiwa serangan 7 Oktober 2023.

Namun, IDF menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sasaran akhir luas wilayah nan bakal dipagari. Muncul ketidakpastian apakah Israel beriktikad mengurung lebih dari dua juta penduduk Palestina di hanya 30% wilayah Gaza atau tetap pada garis gencatan senjata Oktober 2025 saat Hamas memegang 47% wilayah.

Konteks Diplomatik:

Pembangunan ini dilakukan di tengah kebuntuan proses pelucutan senjata Hamas nan semestinya dimulai awal 2026. Board of Peace, nan mengawasi negosiasi di bawah pengaruh Presiden AS Donald Trump, sejauh ini condong mendukung posisi Israel dalam sengketa tersebut, tetapi tetap menentang invasi besar baru ke wilayah kontrol Hamas.

Kekhawatiran Pendudukan Jangka Panjang

Meskipun organisasi internasional mengkhawatirkan ada upaya pencaplokan lahan jangka panjang, sejarah mencatat IDF beberapa kali melakukan penarikan diri dari pangkalan besar di Gaza lantaran tekanan situasi, seperti saat meninggalkan Koridor Morag pada awal 2025.

Hingga saat ini, baik Centcom maupun Board of Peace belum memberikan tanggapan resmi mengenai akibat permanen dari pembangunan tembok pasir raksasa tersebut terhadap peta politik dan kemanusiaan di Gaza. (I-2)

Selengkapnya