Warga Gaza.(Al Jazeera)
KABINET Keamanan Israel secara resmi menyetujui rencana pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional alias International Stabilization Force (ISF) ke Jalur Gaza, Palestina. Langkah ini merupakan bagian dari skema manajemen pascakonflik nan diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Keputusan strategis ini diambil di tengah dinamika internal pemerintahan Israel nan diwarnai perbedaan pandangan tajam. Laporan media berkata Ibrani, Israel Hayom, menyebut bahwa kabinet memberikan lampu hijau bagi pembentukan pasukan multinasional tersebut untuk ditempatkan di wilayah kantong Palestina itu.
Penolakan Keras dari Itamar Ben Gvir
Meskipun disetujui kabinet, rencana ini mendapat penolakan keras dari Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben Gvir. Ia menilai pengerahan ISF prematur lantaran Hamas dianggap belum memenuhi syarat pelucutan senjata.
"Hamas belum memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Jalur Gaza. Oleh lantaran itu kita juga tidak bertanggung jawab untuk melakukannya," tegas Ben Gvir dalam pernyataannya kepada Yedioth Ahronoth.
Selain menentang kehadiran pasukan internasional, Ben Gvir kembali menyuarakan agenda kontroversialnya untuk mendorong emigrasi penduduk Gaza ke luar wilayah tersebut.
Dukungan Diplomatik Gideon Saar
Berseberangan dengan Ben Gvir, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan dukungannya terhadap keputusan kabinet. Saar menekankan pentingnya Israel untuk tidak menghalangi inisiatif dunia nan sedang disusun.
"Ini rencana internasional dan kita mungkin tidak sukses dalam perihal ini, tetapi kita semestinya tidak menjadi pihak nan menyabotase rencana tersebut," ujar Saar sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Selasa (28/7).
Peran dan Markas Besar ISF di Gaza
Persetujuan kabinet ini juga mencakup pengesahan pembangunan markas besar ISF nan bakal berlokasi di dekat Kota Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza. Berdasarkan kerangka kerja nan diusulkan Donald Trump, ISF bakal menjadi satu dari empat badan utama nan mengelola manajemen sementara Gaza setelah bentrok berakhir.
Beberapa kegunaan utama ISF meliputi:
- Melatih kepolisian Palestina melalui koordinasi dengan mitra regional seperti Yordania dan Mesir.
- Mengawasi pembangunan kembali akomodasi kesehatan nan hancur.
- Memperbaiki prasarana vital di seluruh Jalur Gaza.
- Mendukung upaya stabilisasi dan pemulihan kondisi sosial-ekonomi pascakonflik.
Catatan Redaksi: Rencana ini merupakan bagian dari visi manajemen Trump untuk menciptakan stabilitas baru di Timur Tengah melalui keterlibatan aktif pasukan multinasional dalam pengawasan keamanan di Gaza. (I-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·