Menko Pangan Zulkifli Hasan(MI/Lina Herlina)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal saat ini dijabat oleh Yandri Susanto secara tegas membantah rumor nan beredar di media sosial tentang penutupan warung kelontong akibat hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Keduanya menyebut narasi tersebut sebagai hoaks dan menegaskan bahwa KDKMP justru dirancang untuk membantu UMKM dan warung rakyat.
Di tengah gencarnya sosialisasi program KDKMP, beredar info tidak betul di media sosial nan menyebut bahwa pemerintah bakal menutup warung-warung kelontong di desa.
Bahkan disebut-sebut ada patokan radius dua kilometer larangan bagi warung kelontong beraksi di dekat KDKMP.
Hal itu disampaikan keduanya dalam Seminar Nasional nan mengusung tema "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat", di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari DPP APDESI Merah Putih, DPP APDESI, DPP KAKSI, DPN PPDI, PP PPDI, DPP PABPDSI, DPP ABPEDNAS, KOMPAKDESI, dan DPP KEMA Desa Nuswantoro.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan angkat bicara. "Katanya kelak Zulhas menutup warung kelontong, tidak ada urusannya! Malah warung kelontong bisa menitipkan barang. Kalau mau promosi ke seluruh Indonesia juga boleh dilakukan, lantaran ini bukan warung, bukan supermarket," tegasnya.
Zulhas menyebut penyebaran hoaks tersebut sebagai tindakan jahat nan sengaja mau membikin keresahan di masyarakat.
"Itu hoaks, buletin bohong. Mereka membikin itu memakai AI. Ingin membikin orang ribut saja," ujarnya.
Menteri Desa Yandri Susanto juga meluruskan info nan beredar. "Narasi di media sosial banyak sekali. Saya dengan Pak Menko Pangan nan sekarang lagi dibelok-belokkan informasinya," katanya.
Yandri membujuk seluruh kepala desa, BPD, dan perangkat desa untuk meluruskan pemahaman ini.
"Mohon para kepala desa, BPD, perangkat desa, semuanya nan ada di ruangan ini maupun nan mengikuti melalui live streaming, kita luruskan pelajaran ini, bahwa apa nan disampaikan di media sosial itu adalah bohong dan tidak mendasar," tegasnya. (LN/E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·