Izin Tinggal Mahasiswa Asing di AS akan Dibatasi

4 hari yang lalu 9
Izin Tinggal Mahasiswa Asing di AS bakal Dibatasi Ilustrasi mahasiswa asing di AS.(Harvard University)

DEPARTEMEN Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/7) mengumumkan bahwa pihaknya bakal memperketat batas bagi mahasiswa internasional dan peserta program pertukaran, dengan membatasi masa tinggal sah mereka maksimal empat tahun, selain jika memperoleh perpanjangan nan disetujui pemerintah federal.

"Mahasiswa nonimigran (visa F) dan peserta pertukaran (visa J) bakal diterima selama periode program spesifik mereka, tidak melampaui jangka periode maksimum selama empat tahun," kata departemen tersebut dalam pernyataan nan dirilis di situs webnya.

Menurut pernyataan itu, patokan final tersebut "secara resmi menghapus celah 'duration of status'" nan memungkinkan mahasiswa asing, peserta program pertukaran pelajar, dan nan lainnya untuk tetap tinggal di AS tanpa pemisah waktu dan "tanpa pengawasan rutin dari pemerintah".

Ketentuan Duration of Status memungkinkan penduduk negara asing untuk tetap tinggal di AS selama mereka secara aktif menjalankan tujuan visa mereka, alih-alih menetapkan tanggal pasti kapan mereka kudu meninggalkan negara tersebut.

"Selama nyaris separuh abad, sistem duration of status nan sudah usang telah membahayakan keamanan nasional dan menciptakan lingkungan nan subur untuk penipuan imigrasi," kata Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin, menuduh ribuan mahasiswa asing menyalahi sistem imigrasi AS.

Dalam sebuah pernyataan, Fanta Aw, kepala pelaksana sekaligus CEO NAFSA, sebuah asosiasi pendidik internasional nan berbasis di AS, menggambarkan keputusan DHS sebagai "perubahan kebijakan nan keliru dan tidak perlu, nan menimbulkan ketidakpastian, birokrasi, dan ketakutan ke dalam sistem nan telah lama melangkah secara efektif."

"Hal ini memberi sinyal kepada para pelajar dan akademisi terbaik di bumi bahwa keramahan, prediktabilitas, dan komitmen AS telah menurun," kata Aw. (Ant/P-3)

Selengkapnya