ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Magnific)
PERNAHKAH Anda merasa kelopak mata mendadak terasa sangat berat setelah makan siang? Rasa kantuk nan melanda di tengah hari ini sebenarnya adalah perihal nan sangat wajar. Tubuh kita secara alami mengalami penurunan daya pada siang hari, sebuah kejadian biologis nan sering disebut sebagai post-lunch dip alias penurunan stamina pascamakan.
Bagi sebagian orang, kopi sering kali menjadi senjata utama untuk mengusir rasa kantuk tersebut. Namun, tahukah Anda bahwa tidur siang nan direncanakan dengan baik sebenarnya jauh lebih efektif untuk memulihkan energi? Agar tidak memberikan pengaruh jelek bagi kualitas tidur di malam hari, Anda perlu mengetahui kapan waktu terbaik dan berapa lama lama nan ideal.
Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur Siang?
Para master kesehatan tidur sepakat bahwa waktu paling ideal untuk tidur siang adalah pada awal sore hari, tepatnya di antara pukul 13.00 hingga 15.00. Mengapa demikian? Waktu tersebut bertepatan dengan ritme sirkadian (jam internal tubuh) manusia nan secara alami menurunkan tingkat kewaspadaan dan suhu tubuh secara sementara.
Jika Anda tidur siang melampaui pukul 15.00, perihal ini berisiko besar mengacaukan agenda tidur malam Anda. Pola tidur siang nan terlalu sore bakal mengurangi "daya sorong tidur" (sleep drive) nan dikumpulkan tubuh sepanjang hari, sehingga Anda bakal kesulitan memejamkan mata saat waktu tidur malam tiba. Sebagai patokan umum nan aman, tidurlah setidaknya enam hingga delapan jam sebelum agenda tidur malam Anda.
Berapa Durasi Tidur Siang nan Ideal?
Kunci utama dari tidur siang nan berbobot bukan terletak pada seberapa lama Anda terlelap, melainkan seberapa strategis lama nan Anda pilih. Untuk menjaga kebugaran tubuh, pilihlah satu dari tiga pilihan lama berikut:
- 10 hingga 20 Menit (Power Nap): Ini adalah lama nan paling direkomendasikan jika Anda hanya memerlukan suntikan daya sigap di tengah aktivitas kerja. Tidur selama 20 menit menjaga otak Anda tetap berada dalam tahapan tidur ringan (light sleep). Hasilnya, Anda bisa langsung terbangun dengan segar, fokus, dan siap kembali beraktivitas tanpa pengaruh samping.
- 30 Menit: Durasi ini berada di pemisah aman. Pada menit ke-30, tubuh berpotensi mulai memasuki tahapan tidur nan lebih dalam. Sebagian orang mungkin bakal terbangun dengan kondisi baik, namun sebagian lainnya berisiko mengalami sleep inertia, ialah emosi pening, linglung, dan lemas sesaat setelah bangun tidur.
- 60 hingga 90 Menit: Tidur dengan lama panjang ini memungkinkan tubuh menyelesaikan satu siklus tidur penuh secara utuh, mulai dari tidur ringan, tidur dalam (deep sleep), hingga fase REM (Rapid Eye Movement). Tidur siang jenis ini sangat berfaedah untuk proses pemulihan bentuk nan intens serta membantu meningkatkan kegunaan kognitif dan memori jangka panjang. Namun, pastikan Anda menyediakan waktu sekitar 30 menit setelah bangun untuk menghilangkan rasa lemas sebelum kembali produktif.
Tips Memaksimalkan Kualitas Tidur Siang
Untuk mendapatkan faedah optimal dari tidur siang, buatlah lingkungan nan mendukung. Pilihlah ruangan nan sejuk, tenang, dan mempunyai pencahayaan nan redup demi mempermudah tubuh Anda rileks dengan cepat. Selain itu, pasanglah sirine sesuai dengan lama nan Anda targetkan agar tidak kebablasan menjadi tidur nan terlalu lama.
Tidur siang nan singkat dan teragendakan dengan baik terbukti dapat meningkatkan suasana hati, meningkatkan konsentrasi, serta mempercepat waktu reaksi Anda. Jadi, alih-alih terus memaksakan diri bekerja saat kantuk menyerang, ambillah jarak sejenak untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran Anda demi performa nan lebih baik sepanjang sisa hari. (EAting Well/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·