Jelang Rencana Aksi KNPB, Tokoh Papua Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

2 jam yang lalu 4
Jelang Rencana Aksi KNPB, Tokoh Papua Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Ilustrasi(Dok Istimewa)

TOKOH Tanah Papua sekaligus Ketua Umum Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) Papua, Ondofolo Yanto Eluay, mengimbau masyarakat di Tanah Papua untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan menjelang rencana tindakan nan diumumkan Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) pada 3–15 Agustus 2026.

Imbauan tersebut disampaikan untuk menjaga situasi tetap kondusif di tengah momentum peringatan 57 tahun Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) nan berdekatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Yanto Eluay membujuk masyarakat, khususnya di wilayah Tabi, Sentani, dan Kota Jayapura, untuk tetap beraktivitas normal serta tidak mudah terpengaruh oleh rayuan nan berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan pendapat, serta tidak mudah terprovokasi oleh info nan belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi nan kondusif dan kondusif demi kepentingan seluruh masyarakat, dan Pepera sudah final," kata Yanto Eluay, Senin (3/8/2026).

Putra dari tokoh Pepera Theys Hio Eluay tersebut mengingatkan bahwa tindakan nan berpotensi memicu kemacetan maupun gangguan akomodasi publik dapat berakibat langsung pada perekonomian penduduk kecil.

Sektor-sektor nan paling rentan terdampak meliputi pedagang, pelaku UMKM, pengemudi pikulan umum, hingga pekerja harian nan menggantungkan pendapatan dari aktivitas roda ekonomi sehari-hari.

"Kita kudu mengarahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja serta memperbaiki ekonomi masyarakat Papua. Jangan melakukan aktivitas nan dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun merugikan banyak orang," terangnya.

Ia menekankan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan kewenangan setiap penduduk negara, namun pelaksanaannya kudu mengedepankan cara-cara nan tenteram serta menghormati kewenangan masyarakat luas.

Masyarakat diharapkan dapat menjadikan momentum peringatan 57 tahun Pepera dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendukung terciptanya kedamaian di Tanah Papua dalam bingkai NKRI.(H-2)

Selengkapnya