Jepang Rancang Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo, Ini Bocorannya

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah memasuki proses pengerjaan Detail Engineering Design (DED) oleh Chodai, perusahaan konsultan asal Jepang, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) dipastikan bakal melangkah sesuai rencana. Hal ini diungkapkan dalam rapat koordinasi nan dilaksanakan oleh Chodai berbareng Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya dan PT KAI Daop 8 Surabaya.

Dalam rapat koordinasi ini, dibahas beberapa hasil sementara penyusunan DED tersebut, mulai dari perencanaan infrastruktur, rencana pengembangan, peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, dan rekomendasi teknis dalam pembangunan. Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA Denny Michels Adlan menyebutkan, langkah ini sangat krusial mengingat pembangunan SRRL ini bakal terdapat beragam tantangan nan perlu segera dipetakan.

"Khususnya pada area depo nan rencananya bakal dibangun di Sidotopo dan rekayasa lampau lintas berikut peningkatan keselamatannya," ucapnya.

Denny juga menambahkan, pembangunan ini butuh sinergi dan kerjasama banyak pihak, termasuk pemerintah daerah.

"Manakala nantinya dibutuhkan keterlibatan pemerintah dalam penanganan akibat sosial, perlu didiskusikan lebih lanjut dengan mengundang pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya," ujarnya.

Menurut Denny, perihal ini berpotensi menimbulkan akibat sosial mengingat pada SRRL Fase I-B bakal ada banyak penduduk terdampak sehingga langkah penanganannya kudu dikaji secara matang lintas instansi. Selain itu, rapat koordinasi ini juga membahas tentang akibat nan bakal terjadi jika pembangunan SRRL dilakukan.

Dalam kajian Chodai menyebut beberapa jembatan KA, jalur KA, dan stasiun-stasiun bakal mengalami penyesuaian. Menurut Denny, perihal ini kudu dipastikan agar tidak mengganggu perjalanan KA.

"Ini jadi salah satu kajian nan bakal cukup komprehensif, contohnya di JPL Jalan Jagir Wonokromo. Harus dihitung potensi kemacetan akibat headway kereta nantinya dan ini dapat diteruskan ke Pemerintah Kota Surabaya untuk dijadikan dasar pembangunan ke depan," ungkap Denny.

"Terlebih, kita kudu mengintegrasikan dengan rencana proyek lain nan mendukung SRRL, seperti Flyover Taman Pelangi dan Flyover Gedangan," pungkasnya.

Terpisah, EVP PT KAI Daop 8 Surabaya Daniel Johannes Hutabarat mengaku bangga dengan adanya SRRL di Kota Surabaya. Ia pun berambisi agar segala proses proyek SRRL ini dapat melangkah lancar demi kemajuan transportasi di Kota Surabaya dan sekitarnya.

"Kami siap membantu apa nan diperlukan. Semoga semuanya lancar dan berfaedah untuk Indonesia, terutama Kota Surabaya dan sekitarnya," ujarnya.

SRRL adalah proyek kerja sama antara Kementerian Perhubungan dengan KfW nan meliputi pembangunan jalur dobel dan elektrifikasi untuk transportasi massal berbasis rel di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Saat ini, SRRL Fase I-A nan menghubungkan antara Stasiun Surabaya Gubeng dengan Sidoarjo sedang memasuki tahap pengerjaan DED. SRRL Fase I-A ditargetkan dapat beraksi penuh pada tahun 2030 mendatang.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya