UNIFIL.(Aljazeera)
MENTERI Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengusulkan agar pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Libanon digantikan oleh pasukan Uni Eropa setelah mandat misi tersebut berakhir.
Dalam wawancara dengan RedaktionsNetzwerk Deutschland, Wadephul mengatakan kehadiran pasukan Uni Eropa perlu dipertimbangkan untuk menghindari kekosongan keamanan setelah berakhirnya operasi UNIFIL.
"Kita kudu menguji apakah kita bisa memastikan bahwa tidak bakal muncul kekosongan keamanan lewat pasukan Eropa setelah misi UNIFIL selesai tugas," kata Wadephul dalam wawancara nan dipublikasikan pada Jumat (17/7).
Mandat UNIFIL dijadwalkan berhujung pada 31 Desember 2026. Karena itu, menurut Wadephul, perlu dipersiapkan sistem keamanan baru nan bisa menjaga stabilitas di Libanon setelah misi PBB tersebut berakhir. Ia menilai kehadiran pasukan Uni Eropa dapat membantu menciptakan situasi nan lebih kondusif di area perbatasan Libanon-Israel.
"Menciptakan kondisi bagi tentara Israel untuk mundur tanpa Hizbullah kembali dengan terornya," ujar Wadephul mengenai tujuan nan mau dicapai melalui penempatan pasukan Eropa.
Selain menyoroti aspek keamanan, Wadephul juga menilai perkembangan politik di Libanon menunjukkan arah nan positif. Menurutnya, keberadaan pemerintahan nan lebih stabil menjadikan Libanon sebagai salah satu negara dengan prospek paling menjanjikan di area Timur Tengah saat ini.
Usulan tersebut muncul ketika negara-negara Eropa terus mencari langkah untuk menjaga stabilitas area di tengah meningkatnya ketegangan regional. Di saat nan sama, mereka juga berupaya mempertahankan keseimbangan hubungan diplomatik dengan Israel maupun Libanon, sekaligus mencegah munculnya kembali bentrok bersenjata di wilayah perbatasan. (Anadolu/Fer/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·