Kedatangan jenazah prajurit AS.(White House)
JURU bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat Sean Parnell, Jumat, membantah laporan media nan menyebut jumlah korban tewas tentara AS di situs web Pentagon telah dikurangi lantaran argumen selain gangguan info sementara. Pada Kamis (23/7), The New York Times melaporkan jumlah korban tewas tentara AS nan tercantum di situs web Pentagon tiba-tiba turun dari 18 menjadi 14.
Menurut surat berita tersebut, salah satu argumen nan mungkin dilakukan adalah pemerintahan Presiden AS Donald Trump menghapus nama empat tentara nan tewas pada akhir pekan lampau itu lantaran kematian mereka terjadi setelah Trump mengumumkan gencatan senjata di tengah bentrok dengan Iran pada April lalu.
"Ini adalah salah satu contoh terburuk dari industri media fake news, nan mengada-ada ketidakejujuran tanpa argumen sama sekali, selain untuk menimbulkan kekhawatiran di kalangan rakyat Amerika. Kantor Pers Pentagon kami telah menghubungi The New York Times melalui telepon, secara tidak resmi, untuk menjelaskan secara rinci bahwa kesalahan pada situs Defense Casualty Analysis System (DCAS) disebabkan oleh gangguan info sementara," tulis Parnell di platform X.
Dia menambahkan bahwa Pentagon sedang bekerja sama dengan pihak militer AS untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sejak 8 Juli, militer AS telah melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, dengan Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan-serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial nan melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran pun membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan milik AS nan berada di beberapa negara di Timur Tengah. Iran juga menuduh Amerika melanggar gencatan senjata. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·