ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Kerusuhan dahsyat dilaporkan pecah di dalam sebuah penjara di Sri Lanka dan menewaskan sedikitnya 25 orang. Insiden berdarah nan juga menyebabkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka ini terus bergulir sejak awal pekan.
Mengutip laporan Al Jazeera, Senin (06/07/2026), bentrok bersenjata dan kekerasan massal tersebut melanda rumah tahanan di Negombo, wilayah nan terletak sekitar 35 kilometer di sebelah utara ibu kota Colombo. Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa amuk massa bermulai pada Minggu (5/7/2026) kemarin dan intensitas ketegangan dilaporkan tetap bersambung hingga hari Senin ini.
Direktur Rumah Sakit Negombo, Pushpa Gamlath, menyatakan bahwa pihak medis telah menerima belasan jenazah korban dari letak kejadian. Identitas korban jiwa nan sukses dievakuasi tersebut mencakup empat orang petugas penjaga penjara penjara dan 15 orang penduduk bimbingan alias narapidana.
"Pihak rumah sakit telah menerima jenazah dari empat penjaga penjara dan 15 narapidana," ungkap Pushpa Gamlath.
Pushpa Gamlath menambahkan bahwa situasi di akomodasi kesehatan saat ini cukup kewalahan lantaran ada lebih dari 100 narapidana dengan luka-luka nan kudu dilarikan ke rumah sakit. Di sisi lain, media lokal Hiru TV menyatakan nomor korban nan lebih tinggi dan melaporkan bahwa sedikitnya 20 orang telah tewas dalam bentrok tersebut.
Juru bicara kepolisian setempat, Chandana Herath, juga telah membenarkan adanya bentrok maut di dalam lapas tersebut nan menyantap korban jiwa.
Kendati demikian, pihak berkuasa tetap enggan memberikan rincian kronologi lebih lanjut mengenai penyebab utama maupun pemicu awal di kembali kerusuhan sipil tersebut lantaran investigasi mendalam tetap berjalan.
Sementara itu, menurut sumber Reuters, korban tewas dalam kejadian tersebut telah mencapai setidaknya 25 orang.
(tps/luc)
Addsource on Google

10 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·