Kader Muda Dinilai sebagai Mesin Utama Partai di Pemilu 2029

11 jam yang lalu 3
Kader Muda Dinilai sebagai Mesin Utama Partai di Pemilu 2029 Sekjen PKS Muhammad Kholid (tengah).(dok.istimewa)

SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menegaskan ada empat bekal utama nan kudu dipersiapkan kader muda PKS untuk melanjutkan estafet kepemimpinan partai, ialah militansi, kompetensi, relevansi, dan kontribusi. 

Hal tersebut Kholid sampaikan saat memberikan Pidato Politik sekaligus membuka PKS Muda Summit 2026 bertema "Kolaborasi Muda, Bangun Indonesia" nan diselenggarakan Bidang Kepemudaan DPP PKS dari tanggal 17-19 Juli 2026.

"Kalau sebuah organisasi sudah bisa melakukan kaderisasi, maka dia juga kudu bisa melakukan regenerasi. Tantangannya adalah seringkali senior berpikir apakah anak-anak mudanya siap melanjutkan estafet kepemimpinan. Itulah pertanyaan nan kudu kita buktikan dan kita jawab dengan kerja-kerja nyata," ujar Kholid dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (21/7).

Kholid kemudian menitipkan empat karakter nan kudu dimiliki kader muda PKS. Pertama, militansi nan berakar pada nilai-nilai perjuangan partai. "Militansi adalah syarat minimal personil PKS. Kader PKS kudu mempunyai militansi nan kuat. Kita bergerak lantaran nilai-nilai, bukan lantaran perintah, bukan lantaran dipaksa, tetapi lantaran nilai-nilai nan kita yakini, itu nan kita perjuangkan," ujarnya.

Kedua, kader muda PKS kudu membangun kompetensi agar bisa menjadi solusi atas beragam persoalan bangsa.

"PKS diidentikkan dengan kesalehan, dengan nilai keislaman nan baik. Tapi apakah kader-kader PKS sudah bisa menjadi solusi ketika terjadi persoalan ekonomi, pertahanan, keamanan, teknologi, climate change. Militansi adalah minimal requirement, tapi nan krusial dimiliki adalah kompetensi nan bisa kita tawarkan ke ruang publik," jelasnya.

Ketiga, dia menekankan pentingnya relevansi. Menurutnya, kompetensi nan dimiliki kudu terus menyesuaikan dengan perkembangan era agar kader muda tetap menjadi bagian dari solusi bagi tantangan masa depan.

"Kita kudu relevan dalam era ini. Oleh lantaran itu kita perlu menguatkan apa tantangan era kita, sehingga militansi dan kompetensi itu relevan. Menuju 2029, menuju 10 tahun ke depan, relevansi kita sebagai kader muda PKS kudu kita bangun sebaik-baiknya," tuturnya.

Adapun karakter terakhir adalah kontribusi. Kholid membujuk kader muda menjadi subjek perubahan nan aktif memberikan faedah bagi masyarakat.

"Kita kudu menjadi kontributor, bukan orang nan sekadar menerima. Kontribusi itu bisa dalam pemikiran, gagasan, finansial, networking dan sebagainya. Kader-kader muda PKS kudu menjadi subjek, kudu menjadi pihak-pihak nan membikin perubahan," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Kholid meminta seluruh komponen kepemudaan PKS, mulai dari Gema Keadilan, Garuda Keadilan, PKS Muda, hingga Bidang Kepemudaan di seluruh Indonesia, untuk menjadi ujung tombak kemenangan PKS pada segmen pemilih muda menjelang Pemilu 2029.

"Mayoritas pemilih ke depan adalah anak muda, maka tolong pada kesempatan ini rumuskan gimana kita mencapai pemenangan pemilu ke depan dengan pemuda sebagai ujung tombak," pungkasnya. (Cah/P-3)

Selengkapnya