Kebakaran rimba dan lahan di Riau meluas hingga 94 hektare di Pelalawan dan Indragiri Hulu.(Manggala Agni)
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di Riau terus meluas. Hingga saat ini, Karhutla nan melanda tiga letak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kian meluas mencapai 94 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan penanganan pemadaman Karhutla di tiga letak di Riau ditangani oleh tim Manggala Agni Daops Rengat.
“Untuk TKP (Tempat Kejadian Perkara) Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, luas terbakar telah mencapai 64 hektare. Sudah dilakukan digitasi di lapangan dan penanganan hari ketujuh,” ujar Ferdian, Kamis (6/8).
Dijelaskannya, tantangan nan dihadapi di letak Kerumutan berupa kondisi bahan bakar padat, dan jarak tempuh menuju kepala Api lumayan jauh. Sedangkan proses langsir peralatan menggunakan roda dua selama 45 menit dan jalan kaki 1,5 kilometer (Km).
“Untuk tambahan, terdapat support perangkat berat untuk membuka akses jalan masuk, membikin sekat bakar alias ilaran api dan pembuatan embung sebagai support sumber air. Selain itu, dilakukan roling personel alias pertimbangan menjaga ritme kerja, kondisi bentuk serta kesehatan personel. Hingga sekarang status belum padam sehingga dilakukan pemadaman lanjutan,” ujarnya.
Adapun untuk TKP Mak Teduh, Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, kata Ferdian, luas terbakar dengan perkiraan seluas 10 hektare dan penanganan sudah melewati hari ketiga.
“Tantangan berupa kondisi bahan bakar padat, akses masuk menuju kepala api nan berat, kudu memutar sejauh 2 Km jalan kaki lantaran akses utama terputus kanal,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, sempat turun hujan intensitas tinggi di letak dengan lama 45 menit. Status saat ini, dilakukan mopping up guna menuntaskan pemadaman dan memastikan bahan tidak ada bara api nan tertinggal menekan potensi penyalaan kembali.
Kemudian untuk TKP Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), luas terbakar perkiraan seluas 20 hektare dan penanganan hari ketiga.
“Tantangan berupa kondisi bahan bakar padat, asap pekat di lokasi, dan kondisi angin bertiup kencang, kondisi sumber air terbatas, dan embung nan tersedia mengering,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, progres pemadaman, tim menyisir dari bagian tengah letak mengingat sumber air nan tersedia hanya dari sisi selatan. Sedangkan bentangan selang 20 Roll hanya sepanjang 600 meter.
“Kami upayakan support perangkat berat untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, dan menyiapkan embung-embung sebagai sumber air, serta pembuatan sekat bakar. Status belum padam, dilakukan pemadaman lanjutan,” ujar Ferdian.
Ia menambahkan, terdapat satu fire spot alias dipastikan titik api di Wilayah Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, nan dideteksi awal oleh satgas udara.
“Kemudian ditinjau langsung groundcheck oleh tim patroli dari Daops Dumai. Tim bakal dimobilisir ke lokasi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Ferdian, operasi modifikasi cuaca (OMC) alias hujan buatan juga dilakukan pada sejumlah letak dengan menyemai garam lewat pesawat Cessna Carravan nan berpotensi pada awan hujan.
“Sortie satu sasaran letak di Pelalawan, dan Siak. Sedangkan Sortie dua di Pelalawan, Inhil, dan Kepulauan Meranti,” pungkasnya. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·