Kasatgas PRR Kebut Persetujuan Anggaran Pascabencana Sumatra

59 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan persetujuan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon). Hal ini krusial agar beragam persoalan di wilayah terdampak segera ditangani oleh kementerian/lembaga terkait.

"Ada empat nan menurut saya super prioritas, nan minta dari Menteri Keuangan bisa meng-approve secepat mungkin, lantaran dari K/L-K/L itu, kementerian/lembaga itu sudah mengajukan," ujarnya dikutip Senin (27/7/2026).

Tito menjelaskan, rehab-rekon pascabencana Sumatra mempunyai rencana induk dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp100,1 triliun hingga 2028. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun langsung kepada pemerintah wilayah (Pemda) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk mempercepat pemulihan prasarana dan jasa publik.

Sementara itu, pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp39 triliun untuk 32 kementerian/lembaga nan tergabung dalam Satgas. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp31,1 triliun telah disalurkan kepada tujuh kementerian/lembaga.

Ketujuh lembaga tersebut meliputi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, Tito meminta agar empat usulan anggaran nan tetap menunggu persetujuan dapat segera diproses. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Kementerian Pertanian untuk pemulihan sawah dan perkebunan; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk rehabilitasi tambak; Kementerian Agama untuk perbaikan pesantren, madrasah, dan rumah ibadah; serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membantu pemulihan upaya masyarakat terdampak.

Ia menambahkan, sejumlah kementerian sebenarnya telah memulai penanganan menggunakan anggaran reguler hasil refocusing. Namun, percepatan pencairan anggaran tambahan tetap diperlukan agar pemulihan dapat melangkah lebih optimal.

"Kalau sudah di-transfer, maka kami kelak saya sebagai Kasatgas bakal bisa mendorong percepatan pemulihan rehab-rekon," katanya.

Tito menegaskan, Satgas bakal terus memantau penyelenggaraan rehab-rekon di lapangan. Ia juga meminta kementerian/lembaga dan Pemda aktif menyampaikan perkembangan program kepada masyarakat.

"Supaya rehab-rekon betul-betul terlihat di mata masyarakat," pungkasnya.

(dpu/dpu)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya