4 Eksoplanet Berbatu Ditemukan di Barnard's Star, Begini Karakteristiknya

55 menit yang lalu 2
4 Eksoplanet Berbatu Ditemukan di Barnard's Star, Begini Karakteristiknya Astronom mengonfirmasi empat eksoplanet berbatu nan mengorbit Barnard's Star, salah satu bintang terdekat dari Bumi. Simak karakter dan keunikannya.(NASA)

PARA astronom sukses mengonfirmasi keberadaan empat planet berbatu (rocky exoplanets) nan mengorbit Barnard's Star, bintang terdekat kedua dari Bumi setelah sistem Alpha Centauri. Penemuan ini menjadi salah satu temuan krusial dalam studi eksoplanet lantaran selama puluhan tahun keberadaan planet di sekitar Barnard's Star tetap menjadi perdebatan.

Informasi tersebut dilaporkan dalam penelitian terbaru nan dipublikasikan berasas hasil pengamatan menggunakan spektrometer MAROON-X pada teleskop Gemini North di Hawaii, serta dikombinasikan dengan info dari instrumen ESPRESSO di Very Large Telescope (VLT), Cile.

Barnard's Star berada sekitar enam tahun sinar dari Bumi dan termasuk bintang katai merah (red dwarf alias M-dwarf). Bintang ini juga dikenal mempunyai mobilitas semu (proper motion) tercepat di langit malam dibandingkan bintang lain nan telah diketahui.

Ritvik Basant, mahasiswa doktoral University of Chicago sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan penemuan tersebut sangat menarik lantaran Barnard's Star merupakan salah satu tetangga kosmik terdekat Matahari.

"Penemuan ini sangat menarik lantaran Barnard's Star pada dasarnya adalah tetangga kosmik kita, tetapi kita tetap belum mengetahui banyak perihal tentangnya," ujar Basant.

Empat Planet Kecil Dengan Massa di Bawah Bumi

Keempat planet nan sukses dikonfirmasi mempunyai massa jauh lebih mini dibandingkan Bumi. Bahkan, planet-planet tersebut termasuk di antara eksoplanet bermassa paling rendah nan pernah ditemukan.

Planet pertama, Barnard d, mempunyai massa sekitar 26% dari massa Bumi. Planet ini mengorbit bintangnya setiap 2,34 hari pada jarak sekitar 2,8 juta kilometer.

Selanjutnya ada Barnard b nan sebelumnya sempat dilaporkan pada 2024 melalui pengamatan ESPRESSO. Planet ini mempunyai massa sekitar 30% massa Bumi dan menyelesaikan satu kali revolusi dalam waktu 3,15 hari.

Planet terbesar di antara keempatnya adalah Barnard c dengan massa sekitar 33,5% massa Bumi. Planet tersebut mengelilingi Barnard's Star setiap 4,12 hari pada jarak sekitar 4,1 juta kilometer.

Sementara itu, Barnard e menjadi planet dengan massa paling kecil, ialah hanya sekitar 19% massa Bumi. Planet ini baru dapat dipastikan keberadaannya setelah intelektual menggabungkan info MAROON-X dan ESPRESSO. Barnard e mengorbit bintangnya setiap 6,74 hari.

Planet-planet Berada Sangat Rapat

Salah satu perihal nan menarik perhatian astronom adalah posisi keempat planet nan sangat berdekatan satu sama lain.

Jarak antara Barnard d dan Barnard b hanya sekitar 600 ribu kilometer, sedangkan Barnard b dan Barnard c dipisahkan sekitar 700 ribu kilometer. Sebagai perbandingan, rata-rata jarak Bumi dengan Bulan hanya sekitar 384 ribu kilometer.

Seluruh orbit keempat planet tersebut apalagi tetap berada di dalam lintasan terdekat nan pernah dicapai wahana Parker Solar Probe milik NASA saat mendekati Matahari.

Sebagai pembanding, Merkurius nan merupakan planet terdekat dengan Matahari mempunyai jarak rata-rata sekitar 58 juta kilometer dari Matahari. Hal ini menunjukkan bahwa sistem planet Barnard's Star jauh lebih padat dibandingkan Tata Surya.

Susunan planet nan rapat ini juga mengingatkan astronom pada sistem TRAPPIST-1 nan sama-sama mengelilingi bintang katai merah dan mempunyai tujuh planet dalam orbit nan sangat berdekatan.

Terlalu Panas Untuk Mendukung Kehidupan

Meski letaknya relatif dekat dengan Bumi, keempat planet tersebut dipastikan bukan tempat nan layak dihuni.

Seluruh planet mengorbit sangat dekat dengan Barnard's Star sehingga menerima panas nan jauh lebih besar. Akibatnya, suhu di permukaan planet diperkirakan terlalu tinggi untuk memungkinkan adanya kehidupan seperti di Bumi.

Para peneliti memperkirakan area layak huni Barnard's Star justru berada lebih jauh dari bintang, ialah pada wilayah dengan periode orbit sekitar 10 hingga 42 hari. Hingga kini, belum ditemukan planet nan berada di area tersebut.

Basant mengatakan info nan dimiliki saat ini juga cukup untuk menyingkirkan kemungkinan adanya planet berbatu nan lebih besar di sekitar area layak huni.

"Dengan info nan ada saat ini, kami dapat memastikan tidak ada planet nan massanya sekitar 40 hingga 60% massa Bumi di dekat tepi bagian dalam maupun luar area layak huni," kata Basant.

Ia melanjutkan, tim peneliti juga dapat mengesampingkan keberadaan planet bermassa setara Bumi nan mempunyai periode orbit hingga beberapa tahun.

"Selain itu, kami juga dapat menyingkirkan kemungkinan adanya planet bermassa seperti Bumi dengan periode orbit hingga beberapa tahun. Kami juga percaya sistem ini tidak mempunyai planet raksasa gas pada jarak nan wajar," ujarnya. (Space/Z-2)

Selengkapnya