Kawasan Cagar Budaya Tugu Koperasi di Tasikmalaya direvitalisasi dengan Dana Rp 1,6 miliar

16 jam yang lalu 5
Kawasan Cagar Budaya Tugu Koperasi di Tasikmalaya direvitalisasi dengan Dana Rp 1,6 miliar Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon membubuhkan tanda tangan saat penetapan Tugu Koperasi sebagai gedung cagar budaya.(MI/KRISTIADI)

PEMERINTAH mencanangkan revitalisasi dan penetapan cagar budaya area Tugu Koperasi seluas 9.432 meter persegi di Jalan Mohamad Hatta, Kota Tasikmalaya. Revitalisasi sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) memerlukan biaya sebesar Rp 1,6 miliar.

Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengatakan, area dan gedung berhistoris Tugu Koperasi di wilayah Kota Tasikmalaya direvitalisasi dan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Tugu itu menjadi peringatan digelarnya kongres pertama Koperasi Indonesia pada 11-14 Juli 1947

Penetapan cagar budaya sudah disetujui Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Bangunan berhistoris Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya menjadi cagar budaya nasional. Ini menjadi tempat peringatan dimulainya aktivitas koperasi nan bisa membangkitkan ekonomi. Bangunan ini bukan hanya tempat bersejarah. Koperasi telah menjadi dasar ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya, Minggu (26/7).

Menurut Ferry, tugasnya sebagai menteri adalah kudu membina koperasi. Saat ini sudah 130 ribu koperasi sudah berdiri di Indonesia. Mereka bergerak mulai dari bidang  distribusi, industri dan keuangan.

Koperasi kudu terus dibangun dan dikembangkan menjadi kekuatan di Indonesia. Untuk itu, revitalisasi dan pencanangan gedung cagar budaya koperasi Indonesia dilakukan.

"Anggaran revitalisasi sebesar Rp 1,6 miliar berasal dari biaya corporate social responsibility (CSR), Gerakan koperasi, Kementerian Koperasi dan Kementerian Budaya. Ke depan area dan gedung Tugu Koperasi dapat kembali menggerakan ekonomi bagi masyarakat terutama di sentra tenun, batik, bordir, dan sarana prasarana lainnya," tandas Ferry.


KOPERASI TERUS DIHIDUPKAN


Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengatakan, pihaknya merasa senang aktivitas koperasi masa Kemerdekan terus dihidupkan. Koperasi tumbuh berkembang ketika kongres koperasi pertama di Tasikmalaya dilaksanakan dan hidup sampai sekarang.

"Hari Koperasi ke 79 menjadi penting. Tidak hanya koperasi sebagai pembangkit ekonomi, tapi juga makna sejarah. Saat itu, Tasikmalaya telah menjadi pusat produksi, ekonomi dan pemerintahan di Jawa Barat," tandasnya.

Kawasan Tugu Koperasi sempat hendak dibeli penanammodal dengan nilai Rp60 miliar. Tapi, dibatalkan dan dipertahankan sebagai monumen koperasi, nan menjadi bagian budaya gotong royong, bekerja sama dan kemakmuran.

Pada kesempatan nan sama, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan mengungkapkan, Tugu Koperasi berada di atas lahan 9.432 meter persegi. Ke depan, semangat koperasi diyakini bakal kembali menumbuhkan semangat ekonomi, dan menanamkan ideologi koperasi bagi generasi gen Z.

"Koperasi tetap sangat dibutuhkan di Tasikmalaya, lantaran menanamkan ekonomi kerakyatan. Di wilayah ini tetap banyak bank emok, sehingga koperasi bisa menjadi solusi," tandasnya.

Selengkapnya