KDM Dorong Ronda Malam lewat Insentif Penangkapan Begal

6 jam yang lalu 4
KDM Dorong Ronda Malam lewat Insentif Penangkapan Begal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).(Dok. Pemprov Jabar)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mendorong masyarakat kembali mengaktifkan aktivitas ronda malam dan pos keamanan lingkungan melalui pemberian insentif sebesar Rp10 juta bagi penduduk nan membantu menangkap pelaku begal maupun kejahatan jalanan.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama di area Bandung Raya nan belakangan menghadapi sejumlah kasus kejahatan jalanan.

“Jadi ini dibuat untuk memicu orang, misalnya ronda. Sudah, ronda saja. Nanti jika ada maling ayam, kan lumayan. Nah, nan seperti itu kudu memacu penduduk kita,” ujar Dedi dilansir dari Antara, Jumat (24/7).

Dedi menilai aktivitas ronda dan patroli lingkungan perlu kembali digerakkan lantaran keterlibatan masyarakat menjadi salah satu unsur krusial dalam mencegah tindak pidana di tingkat permukiman.

Ia menyatakan kebijakan insentif tersebut mulai memberikan akibat terhadap aktivitas pengamanan lingkungan. Menurutnya, sejumlah penduduk mulai meningkatkan aktivitas patroli setelah rencana pemberian bingkisan itu diumumkan.

“Buktinya baru semalam, sekarang patroli sudah mulai ramai. Kalau kita menunggu wacana terus, tidak selesai-selesai,” katanya.

Meski demikian, Dedi menegaskan insentif Rp10 juta bukan rayuan kepada masyarakat untuk memburu alias menghakimi pelaku kejahatan secara langsung.

Hadiah hanya bakal diberikan andaikan pelaku diserahkan kepada kepolisian dalam kondisi utuh dan kemudian ditetapkan secara resmi sebagai tersangka.

Pemprov Jawa Barat juga tidak bakal memberikan bingkisan andaikan penduduk terbukti melakukan penganiayaan alias kekerasan berlebihan terhadap pelaku.

“Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh. Tidak boleh mereka diserahkan dalam keadaan babak belur. Lecet sedikit mungkin boleh, tetapi jika babak belur, kita tidak kasih hadiah,” tegasnya.

Dedi berambisi pendekatan berbasis insentif tersebut dapat mendorong masyarakat membantu abdi negara kepolisian menjaga keamanan, tanpa mengabaikan prosedur norma maupun keselamatan warga.

“Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan Rp10 juta jika diantarkan,” ujarnya. (Z-10)

Selengkapnya