ARTICLE AD BOX
Kebakaran rimba luar biasa di Almeria, Spanyol, nan menewaskan 13 orang akhirnya sukses dikendalikan. Ratusan penduduk nan dievakuasi sekarang mulai kembali ke rumah.(AFP)
KEBAKARAN rimba luar biasa nan melanda wilayah selatan Spanyol akhirnya mulai stabil setelah sempat menyebar dengan kecepatan ekstrem. Otoritas setempat pada hari Minggu mengumumkan perubahan cuaca nan membaik sangat membantu petugas pemadam kebakaran dalam menjinakkan kobaran api.
Kebakaran nan melanda Provinsi Almeria sejak hari Kamis ini telah menghanguskan lahan seluas sekitar 7.000 hektare nan dipenuhi lembah dalam dan rumah-rumah warga.
"Api telah dilokalisasi di dalam perimeternya dan sukses dikendalikan, tanpa ada ancaman penyebaran kobaran api," ujar Kepala Pemerintah Regional Andalusia, Juan Manuel Moreno, kepada para wartawan.
Moreno menyebut momen ini sebagai "awal dari berakhirnya kebakaran rimba mengerikan nan telah mencetak rekor kecepatan penyebarannya."
Otoritas regional Andalusia mengonfirmasi korban tewas sekarang bertambah menjadi 13 orang, setelah seorang wanita penduduk negara Inggris berumur 93 tahun meninggal bumi di rumah sakit akibat luka-luka nan dideritanya.
Sekitar 600 dari total 1.600 penduduk nan dievakuasi telah kembali ke rumah mereka pada Sabtu malam, sementara sisanya bakal dipulangkan secara bertahap. Di sepanjang jalan, bangkai-bangkai kendaraan nan gosong tetap berjejer, menjadi saksi bisu terjebaknya para korban saat api menjalar sigap hingga 100 meter per menit.
"Ini betul-betul kehancuran, betul-betul hancur total," kata James Shellingford, seorang penduduk Inggris berumur 60 tahun nan tinggal di desa Bedar, tempat para korban ditemukan. "Pernah ada kebakaran di masa lalu, tetapi tidak ada nan seburuk nan kami alami sekarang."
Mayoritas Korban Warga Negara Asing
Pihak berkuasa mengungkapkan 13 korban tewas merupakan korban nan terjebak di dalam kendaraan alias mereka nan mencoba melarikan diri dengan melangkah kaki. Mayoritas dari korban tersebut adalah penduduk negara asing nan tinggal di area Gallardos.
Kesaksian pilu datang dari Jerome Navarro, seorang penduduk Prancis nan baru saja tiba di rumah liburannya berbareng sang istri saat api tiba-tiba mengepung mereka.
"Saya berbicara kepada istri saya 'Cepat keluar, tinggalkan semuanya. Keluar.' Dan dalam waktu nan dibutuhkan untuk mengatakan perihal itu, saya sudah diselimuti bola api," ujar Jerome Navarro sembari menangis kepada televisi Prancis.
Navarro sukses selamat setelah melemparkan diri ke dalam parit dan merangkak menjauh. Namun, hingga sekarang dia belum memandang istrinya nan tetap dinyatakan hilang.
Pihak kepolisian dari Civil Guard tetap terus menyisir area terdampak untuk memastikan tidak ada korban lain nan tertinggal. Proses identifikasi jenazah pun sempat tertunda lantaran kesulitan dalam mengumpulkan sampel DNA dari pihak family nan sebagian besar kudu melakukan perjalanan dari luar negeri.
Otoritas setempat menduga kebakaran ini dipicu oleh putusnya kabel listrik di tengah gelombang panas ekstrem nan melanda Spanyol dalam beberapa pekan terakhir, di mana suhu udara melonjak hingga di atas 40 derajat Celsius. Sisa-sisa vegetasi subur dari musim hujan sebelumnya nan mengering akibat gelombang panas menjadi bahan bakar utama nan membikin api sigap membesar. (AFP/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·