Ilustrasi(Anadolu )
SEBANYAK 126 petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka-luka saat berjuang memadamkan kebakaran rimba dahsyat nan melanda wilayah barat daya Prancis. Otoritas Prefektur Gironde mengonfirmasi jumlah korban luka tersebut melalui unggahan resmi di platform X pada Rabu (29/7).
Pemerintah setempat menyatakan bahwa pergerakan api saat ini telah sukses ditahan dan tidak lagi meluas ke wilayah baru. Meski demikian, akibat kerusakan lingkungan sangat masif dengan total area nan gosong terbakar mencapai sekitar 42 ribu hektare.
Prancis saat ini tengah menghadapi gelombang kebakaran rimba nan dipicu oleh cuaca panas ekstrem. Kondisi ini disebut sebagai kejadian nan belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut, sehingga menyulitkan upaya pemadaman di lapangan.
Presiden Emmanuel Macron sebelumnya telah menyampaikan pada 16 Juli 2026 bahwa jumlah titik kebakaran tahun ini merupakan nan tertinggi dalam lebih dari delapan dasawarsa terakhir. Skala musibah ini memaksa puluhan ribu penduduk untuk dievakuasi demi menghindari sebaran api nan sangat cepat.
Departemen Gironde menjadi salah satu wilayah dengan akibat kerusakan paling parah. Ribuan personel dikerahkan untuk menjaga garis pertahanan agar api tidak kembali berkobar di pemukiman warga.
Juru bicara Federasi Pemadam Kebakaran Nasional, David Annotel, memberikan peringatan bahwa krisis ini belum sepenuhnya berakhir. Ia memperkirakan proses pemadaman total dan pendinginan di area Gironde tetap bisa berjalan hingga beberapa bulan ke depan.
Petugas di lapangan diharapkan tetap bersiaga penuh mengantisipasi perubahan arah angin nan dapat memicu kembali titik api di lahan nan telah kering akibat suhu ekstrem. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·