Presiden FIFA Gianni Infantino.( RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
TEKANAN terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin besar setelah mendapat kritik dari internal FIFA maupun pihak luar mengenai rencana investasi swasta untuk Piala Dunia nan akhirnya dibatalkan.
Mantan pembimbing Arsenal Arsene Wenger menilai pembatalan proyek tersebut merupakan langkah nan tepat.
"Keputusan untuk menarik proyek itu betul-betul diperlukan," kata Wenger dikutip dari AFP.
Kritik juga datang dari Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom. Dalam surat elektronik internal nan diperoleh AFP, dia menyebut polemik rencana tersebut sebagai "rangkaian peristiwa nan menyedihkan dan patut disesalkan."
FIFA sebelumnya mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola kejuaraan seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Namun, rencana itu dibatalkan setelah mendapat penolakan luas, termasuk ancaman boikot dari UEFA.
Situasi tersebut membikin posisi Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 semakin sulit. Sejumlah personil UEFA, seperti Wales, Finlandia, Swedia, dan Serbia, telah menarik support mereka.
Presiden Federasi Sepak Bola Yordania Pangeran Ali bin Hussein juga mengkritik FIFA. Ia mengaku diberi tahu bahwa support terhadap pencalonan kembali Infantino "dapat sangat membantu federasi kami."
UEFA pun menyatakan sedang mempertimbangkan langkah norma mengenai rencana FFE.
"UEFA sedang secara aktif mempertimbangkan tindakan hukum," tulis pengacara UEFA Andrew Levander.
Tekanan terhadap Infantino bertambah setelah penasihat khususnya, Carlos Cordeiro, mengundurkan diri. Wenger juga menegaskan dirinya tidak terlibat dalam penyusunan rencana tersebut.
"Saya tidak terlibat dalam rencana strategis ini," ujar Wenger.
(P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·