Kekeringan di Jawa Barat Meluas ke 17 Daerah, Majalengka Siaga Darurat

1 jam yang lalu 2
Kekeringan di Jawa Barat Meluas ke 17 Daerah, Majalengka Siaga Darurat Petugas campuran saat melakukan simulasi penanganan karhutla di Majalengka, Jawa Barat.(ANTARA/Fathnur Rohman.)

KRISIS air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dilaporkan terus meluas. Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka telah mendistribusikan sedikitnya 15.000 liter air bersih untuk membantu penduduk di wilayah terdampak.

Laporan terbaru menunjukkan kekeringan sekarang merambah dua letak di Kecamatan Kadipaten, ialah Desa Cipaku dan Desa Heuleut. Wilayah Kadipaten sendiri sebelumnya telah dipetakan sebagai salah satu wilayah rawan krisis air bersih selama musim kemarau. Merespons kondisi nan kian mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka secara resmi telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Penetapan status ini bermaksud untuk mempercepat langkah antisipasi terhadap akibat nan lebih luas, terutama pada sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat. BPBD terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan guna memastikan pengedaran support tepat sasaran.

Kondisi Kekeringan di Jawa Barat

Secara regional, musibah kekeringan telah melanda 17 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Barat. Berdasarkan info BPBD Provinsi Jawa Barat, krisis air ini berakibat pada lebih dari 200.000 penduduk nan tersebar di 95 kecamatan.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD di seluruh Jawa Barat telah menyalurkan total lebih dari 4 juta liter air bersih. Dari belasan wilayah terdampak, Kabupaten Bogor dilaporkan menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan terparah dan cakupan wilayah terluas di Jawa Barat.

Data Sebaran Kekeringan Jawa Barat (Juli 2026):

Indikator Data Statistik
Wilayah Terdampak (Kab/Kota) 17 Kabupaten/Kota
Jumlah Kecamatan Terdampak 95 Kecamatan
Warga Terdampak > 200.000 Jiwa
Total Distribusi Air (Jabar) > 4.000.000 Liter
Distribusi Air (Majalengka) 15.000 Liter
Wilayah Terparah Kabupaten Bogor

Beberapa hari sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dilaporkan telah memperkuat upaya pencegahan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul terjadinya belasan kejadian kebakaran lahan dalam kurun waktu kurang dari dua pekan selama musim tandus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengungkapkan bahwa berasas info terkini, telah terjadi 12 kejadian kebakaran lahan dengan total luas area nan terdampak mencapai 10,85 hektare. Seluruh kejadian tersebut tercatat dalam periode singkat, ialah antara 12 hingga 21 Juli 2026.

“Peningkatan kejadian tersebut menjadi dasar bagi kami untuk mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas nan berpotensi memicu kebakaran,” ujar Agus Tamim di Majalengka, Kamis (23/7).

Data Karhutla Kabupaten Majalengka (12-21 Juli 2026):

Indikator Data Statistik
Jumlah Kejadian 12 Insiden
Total Luas Lahan Terbakar 10,85 Hektare
Periode Waktu 12 - 21 Juli 2026
Status Wilayah Siaga Kemarau

Agus menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. BPBD mengimbau penduduk untuk menghindari praktik pembukaan lahan dengan langkah dibakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering, serta segera melaporkan jika memandang titik api sekecil apa pun.

Menurutnya, kerjasama antara petugas di lapangan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan nomor karhutla di Majalengka. "Masyarakat diharapkan berkedudukan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran rimba dan lahan," pungkasnya. (SG/Ant/I-1)

Selengkapnya