Kemarau, Penurunan Muka Air Waduk Jatiluhur masih Terkendali

1 jam yang lalu 4
Kemarau, Penurunan Muka Air Waduk Jatiluhur tetap Terkendali Kondisi Waduk Jatiluhur wilayah Ubrug nan mulai menyusut akibat kekeringan(MI/REZA SUNARYA)

MENGANTISIPASI akibat musim tandus Tahun 2026, Perum Jasa Tirta II (PJT II) terus memperkuat pengelolaan sumber daya air melalui beragam langkah strategis nan terintegrasi berbareng para pemangku kepentingan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum sehingga kebutuhan masyarakat, irigasi, industri, pembangkit listrik, serta sektor strategis lainnya tetap dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso, mengatakan pengelolaan sumber daya air terus dilakukan secara adaptif berbareng beragam pemangku kepentingan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Di sisi lain, penurunan muka air Waduk Jatiluhur tetap berada dalam kondisi nan terkendali meski musim tandus tetap berlangsung.

“Menghadapi musim tandus diperlukan pengelolaan sumber daya air nan adaptif dan terintegrasi. Melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, kami berupaya memastikan kesiapan air di DAS Citarum tetap terjaga sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, irigasi, industri, serta beragam sektor strategis lainnya,” ungkapnya, Rabu (5/8).

Berdasarkan info PJT II, tinggi muka air Waduk Jatiluhur nan mencapai elevasi +106,79 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada 8 Juni 2026, turun menjadi +99,37 mdpl per 5 Agustus 2026. Dalam kurun waktu 58 hari, permukaan air mengalami penurunan sekitar 7,42 meter.

Meski mengalami penurunan, volume efektif waduk tetap mencapai 857,10 juta meter kubik. PJT II memperkirakan kesiapan air hingga akhir Desember 2026 tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pengelolaan operasi waduk nan optimal.


MODIFIKASI CUACA


Untuk memperkuat persediaan air selama musim kemarau, PJT II berbareng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, serta PT PLN Nusantara Power UP Cirata melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 30 Juli 2026.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II, Anton Mardiyono, mengatakan operasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan debit air nan masuk ke Waduk Kaskade Citarum sehingga volume tampungan tetap terjaga.

“Melalui penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca, kami berambisi inflow ke Waduk Kaskade Citarum dapat terus meningkat sehingga volume tampungan air tetap terjaga. Dengan demikian, pola operasi waduk dapat melangkah secara optimal untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, irigasi, industri, sekaligus mendukung ketahanan air, pangan, dan daya nasional selama musim kemarau,” tandasnya.

Selain itu, PJT II juga menerapkan sistem gilir-giring, ialah pengedaran air secara bergilir berasas Rencana Tata Tanam Global (RTTG), agar pasokan air irigasi tetap tersalurkan secara merata pada saat debit air terbatas.

“Musim tandus menuntut pengelolaan air nan semakin cermat. Melalui penerapan sistem gilir-giring dan pengaturan penyaluran berasas Rencana Tata Tanam Global, kami berupaya memastikan air tetap terdistribusi secara efektif dan setara sehingga kebutuhan pertanian maupun sektor lainnya dapat terus terpenuhi,” ujar Anton.

Di samping itu, PJT II juga melakukan penguatan tanggul, perbaikan titik rawan kebocoran, serta pembenahan gedung air sebagai bagian dari mitigasi akibat musim tandus agar pengedaran air tetap melangkah optimal.

Selengkapnya