Kemendikdasmen Imbau Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden Berlanjut

4 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta turnamen Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 rutin digelar.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Kemendikdasmen Mariman Darto menegaskan bahwa arena kejuaraan olahraga original Nusantara ini tidak boleh berhenti. Turnamen tersebut dinilai sebagai wadah besar anak-anak menunjukkan potensinya.

"Saya merasa ini bagian dari event nan tidak boleh berhenti. Event seperti ini kudu terus lantaran ini sebagai media pembelajaran bagi mereka," kata Mariman saat penutupan aktivitas di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (28/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembinaan terhadap prestasi atlet kita dimulai dari pembibitan, bagi kami itu bakal sangat bagus. Kolaborasi Kemendikdasmen dengan IPSI menjadi lebih baik, apalagi jika kemudian CNN Indonesia juga memperkuat posisinya," tambahnya.

Mariman menyebut kejuaraan nan diinisiasi oleh CNN Indonesia berbareng PB IPSI ini sangat krusial sebagai wadah pembibitan atlet berprestasi sejak dini.

Pihaknya berambisi kerjasama ini terus bersambung guna menjaring talenta muda dari tingkat dasar hingga bisa bersaing di level internasional.

Turnamen nan berjalan selama empat hari sejak Kamis (25/6) hingga Minggu (28/6) ini diikuti sekitar 2.000 pesilat usia muda. Kompetisi tersebut mempertandingkan dua kategori utama, ialah Tanding dan Seni, nan diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Pemerintah menilai pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya kearifan lokal nan sarat bakal nilai-nilai pembentukan karakter anak bangsa.

"Poin pengarahan dari Pak Menteri [Abdul Mu'ti] bahwa pencak silat itu adalah bagian terpenting mengenai dengan penguatan karakter buat kita; disiplin, sportivitas, kemudian keteguhan, adab, serta moralitas," ucap Mariman.

Pada saat bersamaan, PB IPSI mencanangkan untuk memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum dasar pada tiap sekolah. Hal ini jelas memerlukan kerjasama dengan Kemendiknasmen.

Merespons perihal itu, Kemendikdasmen melalui Mariman mendukung penuh rencana Sekjen PB IPSI Abdul Karim Aljufri untuk segera memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum inti sekolah.

Langkah ini sejalan dengan pengarahan Presiden agar bela diri original Indonesia tersebut masuk ke dalam kurikulum inti maupun ekstrakurikuler.

"Kalau itu sudah menjadi direktif [arahan] Presiden, saya rasa kelak kami bakal melaporkan kepada Pak Menteri agar ini juga dapat pembahasan lebih khusus," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

(afr/ptr)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya