Kemenkes Targetkan AKI Turun di Bawah 77 pada 2029 melalui Proyek SPEED

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX
Kemenkes Targetkan AKI Turun di Bawah 77 pada 2029 melalui Proyek SPEED Ilustrasi(magnific)

PEMERINTAH Indonesia menetapkan sasaran ambisius untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) secara signifikan pada 2029. Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Yuli Farianti, menyatakan komitmen pemerintah untuk menekan nomor kematian hingga di bawah 77 per 100.000 kelahiran hidup.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas info Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 nan menunjukkan nomor kematian ibu tetap berada di level 144 per 100.000 kelahiran hidup. Secara statistik, kondisi ini menggambarkan realitas memprihatinkan di mana setiap 1-2 jam, seorang ibu di Indonesia meninggal bumi akibat komplikasi kehamilan, persalinan, alias nifas.

"Untuk mencapai sasaran tersebut, penguatan kompetensi bidan menjadi sangat penting. Kami meyakini bahwa investasi pada pendidikan perawat merupakan investasi bagi masa depan bangsa," ujar Yuli dalam keterangannya, Senin (13/7).

Proyek SPEED: Transformasi Pendidikan Kebidanan

Guna mengejar sasaran tersebut, Kemenkes bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Population Fund (UNFPA) meluncurkan proyek SPEED (Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia).

Proyek ini dirancang untuk merombak kualitas pendidikan kebidanan agar setiap proses persalinan ditangani oleh tenaga medis nan mempunyai kompetensi penuh dalam menyelamatkan nyawa. Secara teknis, reformasi bakal menyasar pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes agar memenuhi standar internasional nan ditetapkan oleh International Confederation of Midwives (ICM).

Data Target dan Jangkauan Proyek SPEED

Indikator Target / Detail
Target AKI 2029 < 77 per 100.000 kelahiran hidup
Durasi Proyek Hingga 2030
Sasaran Mahasiswa & Instruktur 8.280 orang
Total Bidan Terdampak Digital 358.892 perawat di seluruh Indonesia
Wilayah Dampak Utama Jawa, Sumatra, dan Sulawesi

Digitalisasi dan Standarisasi Global

Selain reformasi kurikulum, proyek SPEED juga bakal membangun platform digital Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Platform ini bermaksud membekali ratusan ribu perawat di seluruh pelosok negeri dengan skill Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Bayi Baru Lahir (PONEK).

Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, menegaskan bahwa perawat adalah garda terdepan dalam perlindungan kesehatan ibu. Menurutnya, standarisasi pendidikan dan pembuatan ekosistem digital nan permanen adalah kunci untuk memastikan jasa nan kondusif dan berbobot tinggi.

Melalui kemitraan lintas negara ini, pemerintah berambisi penguatan pekerjaan kebidanan menjadi tonggak krusial dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Upaya ini diproyeksikan tidak hanya menurunkan nomor kematian, tetapi juga memberikan akibat positif bagi kesejahteraan jutaan family di beragam wilayah Indonesia hingga tahun 2030 mendatang. (Z-1)

Selengkapnya