Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima kunjungan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Apa saja nan dibahas dalam pertemuan tersebut?
Dalam pertemuan ini, Kantor Staf Presiden (KSP) mengaku mendorong percepatan pencapaian sasaran produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada 2029-2030 melalui penguatan sinergi dengan PT Pertamina (Persero).
Langkah tersebut merupakan bagian dari agenda prioritas nasional untuk mewujudkan swasembada daya dan memperkuat ketahanan pasokan di dalam negeri.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut bakal terus mendorong koordinasi lintas kementerian/lembaga guna memastikan beragam program tersebut melangkah efektif dalam memperkuat ketahanan energi, meningkatkan nilai tambah industri, dan mendukung terwujudnya swasembada daya nasional.
"Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menerima kunjungan jejeran Direksi PT Pertamina (Persero) nan diwakili oleh Wakil Direktur Utama di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (4/8)," tulis unggahan IG @kantorstafpresidenri, Rabu (5/8/2026).
KSP juga mengapresiasi komitmen Pertamina dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor energi. Pengawalan ketat bakal terus dilakukan untuk memastikan transisi daya dan sasaran produksi nasional dapat tercapai tanpa halangan di lapangan.
Di samping itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza memaparkan strategi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas di sektor hulu migas domestik. Ia menegaskan Pertamina berkomitmen dalam menjalankan visi Asta Cita Presiden guna menekan ketergantungan terhadap impor energi.
"Berbagai langkah strategis nan ditempuh untuk meningkatkan produksi migas dari sektor hulu domestik, mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), sejalan dengan visi Asta Cita Presiden," tulis unggahan itu.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]

55 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·