ARTICLE AD BOX
Kunjungan kerja spesifik personil Komisi IV DPR RI masa persidangan V/2025-2026 di Desa Wonosari.(MI/Djoko Sardjono)
KOMISI IV DPR RI melakukan kunjungan spesifik di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, dalam rangka panen raya padi demplot 30 hektare, Jumat (10/7).
Kunjungan kerja spesifik personil Komisi IV DPR RI masa persidangan V/2025-2026 di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, dipimpin ketuanya, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto.
Panen raya padi demplot 30 hektare di desa tersebut, dihadiri Bupati Klaten, Forkopimda, Dirjen PSP Kementan, Dirut Bulog, Dirut PT Pupuk Indonesia, Gapoktan, dan Penyuluh Pertanian.
Dalam panen raya tersebut, Titiek Soeharto berbareng personil Komisi IV DPR RI dan Bupati Klaten secara simbolis memanen padi di lahan demplot dengan sabit dan mesin combine harvester.
Demplot padi 30 hektare di Desa Wonosari, dilaksanakan atas kerja sama Kelompok Tani Ngudi Makmur, Sedyo Makmur, dan Sedyo Tentrem dengan PT Langgeng Asri Makmur (LAM) Klaten.
Dalam penyelenggaraan demplot padi 30 hektare di Desa Wonosari, PT LAM memberikan pupuk petroganik kepada golongan tani mitra kerja. Hasil panen raya padi ini mencapai 10 ton per hektare.
Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Komisi IV DPR RI pada panen raya demplot menjadi penyemangat untuk meningkatkan pembangunan sektor pertanian di Klaten.
Kabupaten Klaten sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah, dengan luas baku sawah 29.670 hektare. Kemudian, sasaran luas panen tahun ini 67.303 hektare dan produksi 378.426 ton GKG.
Sedangkan sasaran luas tambah tanam padi 99.401 hektare pada 2026, dengan kesanggupan wilayah seluas 87.023 hektare. Adapun realisasinya sampai saat ini telah mencapai 41.843 hektare.
“Kami berterima kasih atas beragam program bantuan pemerintah, seperti benih, penguatan sarana produksi, perangkat dan mesin pertanian, serta kebijakan pupuk bersubsidi,” ujar Hamenang.
APRESIASI KELOMPOK TANI
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi dan selamat kepada golongan tani nan panen raya di lahan demplot 30 hektare dengan hasil 10 ton per hektare.
Presiden RI telah menetapkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional, ialah untuk memperkuat kedaulatan bangsa di tengah tantangan ekonomi global, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik.
Dalam memperkuat kedaulatan bangsa, kata Ketua Komisi IV DPR RI, Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional, khususnya Kabupaten Klaten berkedudukan krusial dalam menjaga pasokan beras nasional.
“Bagi kami, Komisi IV DPR RI, keberhasilan swasembada pangan kudu melangkah seiring dengan meningkatnya kesejahteraan petani. Nah, ini kunci terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia,” imbuhnya.
Untuk itu, setiap kebijakan pemerintah kudu menempatkan petani sebagai pihak nan krusial dilindungi. Sebaliknya, kebijakan nan dibuat jangan sampai alias justru merugikan petani.
Menurut Titiek, momentum panen raya demplot padi di Desa Wonosari semakin memperkuat komitmen kita untuk membangun pertanian nan produktif, modern, dan berpihak kepada petani.
“Selamat kepada seluruh petani atas hasil panennya nan luar biasa. Semoga hasil panen ini membawa berkah nan melimpah, syukur hasil panen bisa ditingkatkan dan berkelanjutan,” ujarnya. (E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·