Ketum Gerakan Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh (kedua kiri).(dok.istimewa)
KETUA Umum Garda Pemuda (GP) NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan bahwa pemuda bukanlah merupakan objek politik nan hanya dimanfaatkan saat Pemilu saja, melainkan harus agent of change dan juga agen restorasi.
Dia mengatakan bahwa bangsa Indonesia sedang memasuki periode bingkisan demografi nan kudu dimanfaatkan secara hati-hati agar tidak justru menjadi musibah demografi. Maka dari itu, pemuda kudu menjadi penggerak dan katalis bingkisan demografi dengan berkontribusi tanpa pamrih.
"Kita perlu belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain nan saat ini sudah pada tahapan matang dan maju. Mereka sukses mengkonversi potensi bingkisan demografi menjadi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya," kata Prananda saat sambutan pembukaan Kongres II dan HUT Ke-15 GP NasDem di Jakarta, Selasa (21/7).
Dalam dua tahun ke depan, menurut dia, Indonesia bakal memasuki 100 tahun Sumpah Pemuda. Namun sayangnya, dia menilai tetap ada persaingan antar sesama kaum pemuda, padahal musuh berbareng adalah kemiskinan, kebodohan, dan lain-lain.
"Bangsa nan berdaulat tidak bakal maju tanpa pemuda nan berdikari dan kapabel. Pemuda nan meletakkan ego individualismenya di belakang demi kepentingan kolektif selalu datang dalam setiap pergolakan zaman," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa mengatakan bahwa Gerakan Pemuda NasDem adalah sumber regenerasi lahirnya para pemimpin. Maka dari itu, GP NasDem kudu bisa merumuskan langkah dan menjembatani antara partai dengan golongan pemuda.
Dia mengatakan kejuaraan politik ke depan bakal semakin keras lantaran masing-masing partai politik mempunyai agenda untuk mempertahankan dan menambah bangku di parlemen. Maka dari itu, bingkisan demografi kudu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"Siapa nan bisa menarik hati para pemuda, maka itulah nan bisa kelak mendapatkan apa kejuaraan dengan baik. Dan Garda Pemuda Nasdem saya percaya bakal menjadi jembatan komunikasi nan baik antara partai dengan generasi muda nan ada di Indonesia," kata Saan. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·