ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Kirgizstan secara resmi meluncurkan Tamchy Special Financial Investment Territory (SFIT), nan ditujukan untuk menarik investasi dari kawasan. Inisiatif tersebut tentu menjadi sangat menarik bagi perusahaan-perusahaan Indonesia nan hendak memperluas ekspansi upaya di luar area ASEAN.
Proyek ini, nan telah menarik partisipasi sejumlah perusahaan besar dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Swiss, dan Kazakhstan, dirancang untuk menjadi pusat penyaluran investasi dari Asia dan Timur Tengah ke pasar-pasar berkembang di Asia Tengah serta area Eurasia secara keseluruhan. Bagi perusahaan multinasional Indonesia, sektor teknologi finansial (fintech), maupun industri halal, inisiatif ini membuka kesempatan untuk memperoleh akses langsung dan kondusif ke area dengan populasi lebih dari 2 miliar jiwa.
Peresmian Tamchy SFIT nan berlokasi di tepi Danau Issyk-Kul dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah serta delegasi internasional. Acara tersebut ditandai dengan aktivasi geotag simbolis nan menandai lahirnya pusat investasi dan finansial internasional baru.
Dalam sambutannya pada aktivitas pembukaan Tamchy SFIT, Presiden Kirgizstan, Sadyr Japarov menegaskan prinsip-prinsip utama nan menjadi fondasi yurisdiksi internasional baru tersebut.
"Perubahan dalam ekonomi dunia mendorong kebutuhan bakal pusat-pusat baru aktivitas upaya nan mengedepankan standar internasional, kebebasan berinovasi, serta kepastian bagi investasi jangka panjang. Kirgizstan siap menjadi salah satu pusat tersebut. Kami mengangkat praktik-praktik terbaik bumi untuk membangun sebuah pusat finansial dari nol, dengan pengadilan independen, regulator modern, serta patokan nan tidak berubah mengikuti tren sesaat," ujarnya.
Foto: dok Istimewa
Mengadopsi norma Inggris
Salah satu aspek utama nan menentukan kepercayaan penanammodal asing terhadap sebuah pusat finansial baru adalah kepastian hukum. Kerangka norma Tamchy SFIT diatur melalui undang-undang unik dan sepenuhnya merujuk pada prinsip-prinsip English Common Law alias norma umum Inggris. Sistem ini telah lama dikenal oleh sektor swasta Indonesia lantaran banyak digunakan dalam penyusunan transaksi upaya internasional.
Selain mempunyai pengadilan independen dan regulator finansial tersendiri, Tamchy juga menawarkan beragam insentif perpajakan bagi para perusahaan penghuni, termasuk pembebasan pajak hingga 49 tahun, dengan tarif 0 persen untuk pajak penghasilan badan, dividen, untung modal (capital gains), serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Mengingat jarak nan cukup jauh antara Jakarta dan Bishkek, pemerintah Kirgizstan juga menjadikan seluruh yurisdiksi Tamchy berbasis digital. Seluruh proses, mulai dari pendirian perusahaan hingga pengelolaan operasional sehari-hari dan pelaporan, dapat dilakukan secara daring tanpa memerlukan kehadiran fisik.
Diperkuat pemandangan Pegunungan Tian Shan
Berbeda dengan kota-kota metropolitan Asia nan padat, Tamchy menawarkan konsep nan berbeda, ialah menggabungkan aktivitas upaya dunia dengan lingkungan alam nan tetap asri.
Kawasan ini tengah mengembangkan prasarana kelas bumi nan memungkinkan para perusahaan penunggu menjalankan operasional dari ruang perkantoran premium, sekaligus menikmati kualitas hidup di area Danau Issyk-Kul nan terkenal, dengan latar belakang Pegunungan Tian Shan.
"Pusat-pusat finansial kelas bumi dibangun dengan memahami kebutuhan penanammodal dan pelaku upaya internasional. Tamchy SFIT menawarkan semua itu, ialah sebuah platform nan terpercaya, fleksibel, dan siap mendukung investasi bagi perusahaan nan mengincar pertumbuhan berkelanjutan," sebut Wakil Ketua Pertama Dewan Pengelola Tamchy SFIT, Ali Ijaz Ahmad.
Perusahaan-perusahaan dunia mulai bergabung
Minat bumi upaya terhadap Tamchy SFIT mulai terlihat dari masuknya sejumlah perusahaan internasional sebagai penunggu pertama. Salah satunya adalah Serim, sebuah perusahaan induk asal Korea Selatan.
Chief Executive Officer (CEO) Serim, Seo Dong Hyun menjelaskan argumen perusahaannya memilih Tamchy SFIT.
"Selama tiga puluh tahun berinvestasi di sektor semikonduktor, teknologi tinggi, dan energi, saya menyimpulkan bahwa kepastian norma dan kepercayaan terhadap sistem izin merupakan fondasi utama investasi jangka panjang. Tamchy SFIT dibangun berasas prinsip-prinsip tersebut. Proyek ambisius ini sukses diwujudkan hanya dalam waktu 12 bulan, lebih sigap dibandingkan yurisdiksi lain nan saya kenal. Hari ini saya mendaftarkan perusahaan induk family saya di sini. Bagi saya, ini adalah investasi untuk generasi mendatang, bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan," tuturnya.
Pemerintah Kirgizstan menargetkan dapat menarik sekitar 4.000 perusahaan penunggu ke Tamchy SFIT pada tahun 2035, dengan tujuan menjadikan area tersebut sebagai jembatan utama investasi dan finansial nan menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

11 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·