Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente(AFP/Daniel LEAL)
MENJELANG duel panas final Piala Dunia 2026 di New Jersey, Senin (20/7) awal hari WIN, pembimbing Spanyol, Luis de la Fuente, mengambil keputusan berani. Ia menegaskan tidak bakal menugaskan pemainnya untuk mengawal ketat (man-mark) Lionel Messi.
Pilihan ini terbilang nekat, mengingat sang kapten Argentina sedang on-fire dengan koleksi delapan gol dan empat assist. Menariknya, De la Fuente sebenarnya punya trauma masa lalusoal magis Messi.
Sambil bernostalgia, De la Fuente menceritakan momen pertamanya berjumpa La Pulga 22 tahun silam, tepatnya Mei 2004. Saat tetap menukangi tim muda Sevilla, mereka kudu menantang Barcelona U-19 nan diperkuat Messi nan baru berumur 16 tahun.
Setelah mendengar rumor kehebatan Messi, De la Fuente memasang strategi man-marking. Strategi itu sempat sukses menjaga skor tetap 0-0 hingga menit ke-70. Namun petaka muncul saat pemain pengawalnya kena kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar. Hasilnya? Hanya dalam waktu 15 menit, Messi mengamuk dan langsung memborong empat gol!
"Apakah lantaran cerita itu kami bakal mengawalnya secara unik besok? Tidak," ujar De la Fuente sembari tertawa. "Tapi jika perhatian ekstra, jelas iya. Tetapi dengan langkah nan sama persis seperti mereka kudu memperhatikan pemain kita.”
Saat disinggung apakah bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, adalah 'The Next Messi', De la Fuente langsung menepisnya. Baginya, Messi adalah makhluk langka nan takkan pernah bisa ditiru. Ia justru memuji dedikasi Messi nan tetap tampil spektakuler di usia senja. Laga final kelak disebutnya bukan soal adu strategi kotor, melainkan panggung murni bagi dua tim super untuk memamerkan keelokan sepak bola.
De la Fuente juga pasang badan memihak Argentina dari tudingan sebagai tim nan doyan bermain kasar. Ia mengaku sangat respek dengan torehan trofi beruntun milik Albiceleste di bawah pengarahan sahabatnya, Lionel Scaloni. Alih-alih tegang memikirkan menang alias kalah di final, dia memilih meminta anak asuhnya untuk menikmati pertandingan.
Lucunya, daripada pusing memikirkan strategi Messi, De la Fuente mengaku lebih takut naik helikopter nan disediakan FIFA untuk memboyongnya bolak-balik dari New Jersey ke Manhattan demi menghadiri aktivitas konvensi pers nan super bising dan kacau.
(Theguardian/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·