Nasim Dipo Sumarto(BPJS Kesehatan)
KEBERADAAN Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nan dikelola oleh BPJS Kesehatan kembali membuktikan perannya sebagai jaring pengaman sosial nan krusial bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat medis nan tidak terduga. Manfaat nyata dari program strategis pemerintah ini dirasakan langsung oleh family Nasim Dipo Sumarto (91), seorang penduduk Kelapa Gading nan kudu mendapatkan penanganan intensif akibat serangan stroke mendadak.
Putrinya, Sari (58), mengisahkan bahwa kondisi ayahnya berubah secara tiba-tiba. Nasim mengalami kelemahan pada tubuh bagian kanan. Saat diperiksa di rumah, tekanan darahnya nyaris mencapai 200 mmHg. Khawatir dengan kondisinya, Sari berbareng family segera membawa sang ayah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
Bagi Sari, keberadaan Program JKN memberikan ketenangan bagi keluarganya, terutama saat menghadapi situasi nan tidak terduga. Menurutnya, proses manajemen melangkah lancar sehingga ayahnya dapat segera ditangani oleh tenaga medis tanpa kendala.
“Melihat kondisi ayah, kami langsung berbincang dengan keluarga. Kami cemas bakal kondisi ayah lantaran gejalanya cukup serius. Akhirnya kami memutuskan membawa ayah ke RS Islam Cempaka Putih untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” ujar Sari.
Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Nasim langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, master menyatakan bahwa Nasim mengalami stroke sehingga kudu menjalani perawatan intensif.
Di tengah proses administrasi, Sari mengetahui bahwa status kepesertaan BPJS Kesehatan ayahnya belum aktif. Meski begitu, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada Nasim sembari memberikan kesempatan kepada family untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan-nya.
“Alhamdulillah pihak rumah sakit sangat membantu. Ayah tetap dirawat terlebih dahulu. Sementara itu, kami diberi waktu untuk mengurus pengaktifan kembali status kepesertaan BPJS Kesehatan ayah. Proses pengaktifannya melangkah dengan baik sehingga pengobatan ayah tetap dapat dilanjutkan,” jelasnya.
Sari menilai pelayanan nan diterima ayahnya selama menjalani perawatan sangat memuaskan. Ia menilai tidak ada perbedaan perlakuan antara peserta BPJS Kesehatan dengan pasien umum. Seluruh tenaga medis mulai dari petugas administrasi, dokter, hingga terapis memberikan pelayanan nan ramah, profesional, dan penuh perhatian.
“Ayah diperlakukan dengan sangat baik. Semua tenaga medis melayani dengan sepenuh hati. Kami itu merasa sangat terbantu dan tentunya berterima kasih mendapatkan pelayanan nan berkualitas,” ungkapnya.
Sari membujuk masyarakat, terutama nan belum terdaftar sebagai peserta JKN, agar segera mempunyai kepesertaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, tidak ada nan dapat memprediksi kapan seseorang bakal memerlukan pelayanan kesehatan. Sakit itu bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.
“Saya hanya mau mengingatkan sebaiknya semua masyarakat mempunyai BPJS Kesehatan ya. Karena sewaktu-waktu sakit alias butuh pelayanan kesehatan, kita jadi tidak perlu cemas lantaran sudah punya agunan kesehatan. Tentunya kehadiran BPJS Kesehatan membantu masyarakat mendapatkan jasa kesehatan nan mudah, cepat, dan berkualitas,” tutup Sari.
(RO/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·