Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar

23 jam yang lalu 2

loading...

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin. Foto/Tangkapan layar IG @na_nurularifin

JAKARTA - Indonesia dijadwalkan menerima hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia pada September 2026 setelah Komisi I DPR RI menyetujui penerimaannya. Menjelang kehadiran kapal tersebut, Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menilai hibah itu merupakan langkah strategis untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia sekaligus meningkatkan daya gentar (deterrence) TNI di kawasan, tanpa mengubah karakter politik luar negeri Indonesia nan bebas aktif.

Menurut Nurul, kehadiran kapal indukGiuseppe Garibaldi tersebut tidak boleh dimaknai sebagai persiapan Indonesia untuk melakukan agresi militer terhadap negara lain. Sebaliknya, kapal itu bakal menjadi instrumen krusial dalam menjaga kedaulatan wilayah laut, memperkuat pengawasan perbatasan, hingga mendukung operasi kemanusiaan.

"Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di bumi dengan wilayah laut nan sangat luas. Karena itu, kita memerlukan platform maritim nan bisa beraksi dalam waktu lama di laut sebagai pusat komando, pendukung operasi pengamanan perbatasan, support kemanusiaan, pencarian dan penyelamatan, maupun pemindahan penduduk negara Indonesia andaikan terjadi krisis di luar negeri," kata Nurul Arifin, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai

Nurul mengatakan, posisi Indonesia nan berada di jalur pelayaran internasional membikin keahlian menjaga wilayah laut menjadi semakin penting. Dengan mempunyai kapal induk seperti Giuseppe Garibaldi, kehadiran negara di wilayah-wilayah strategis bakal semakin kuat.

 Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar

Pemaparan pemerintah saat Raker Komisi I DPR RI dengan Menhan, Menkeu, dan PanglimaTNI beserta Para Kepala Staf. Foto/Istimewa

Selengkapnya